Sekilas Kontak

Berdiri

1910

Alamat Lengkap

Jalan Raya Wado Sumedang 45373

Email

desawado1@gmail.com

Web Site

Desa Wado


Lokasi


Akses Lokasi
  1. Berlokasi di pinggir jalan raya Sumedang - Wado
  2. Bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat
  3. Dilewati Angkutan Umum Sumedang - Wado

Desa Wado merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang. Dengan memiliki nama yang dengan nama kecamatannya, wilayah Desa Wado mencakup juga wilayah pusat Kecamatan Wado yaitu di bagian utara wilayah kecamatan. Jika dilihat dari pusat pemerintahan Kecamatan Wado lokasinya berada di sebelah utara dengan jarak sekitar satu kilometer.

Berdasarkan perkembangan sejarahnya, Desa Wado sudah terbentuk semenjak tahun 1910. Jadi, Desa Wado sudah ada semenjak jaman pemerintahan penjajah Belanda, dan pada waktu itu dipimpin oleh Bapak Antisah sebagai Kepala Desanya.

Berdasarkan data Kecamatan Wado dalam Angka tahun 2015 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumedang, pada tahun 2014 Desa Wado memiliki status sebagai perkotaan dengan klasifikasi sebagai desa swakarsa. Secara topografis, wilayah Desa Wado berada di kawasan dengan bentang permukaan tanah berupa dataran. Ketinggian wilayah dimana kantor desa berada pada 272 meter di atas permukaan laut. Secara geografis, wilayah Desa Wado dikelilingi oleh wilayah-wilayah sebagai berikut: Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja dan Desa Padajaya di sebelah utara, Desa Pawenang Kecamatan Jatinunggal dan Desa Mulyajaya di sebelah timur, Desa Cikareo Utara di sebelah selatan, serta Desa Sukapura dan Desa Cisurat di sebelah baratnya. Secara administratif, wilayah Desa Wado terbagi ke dalam tiga wilayah dusun yaitu Dusun Nagrak, Dusun Cibatu dan Dusun Awilega. Yang kemudian terbagi lagi ke dalam wilayah Rukun Warga dan wilayah Rukun Tetangga dengan jumlah masing-masing sebanyak tujuh RW dan 37 RT.

Untuk luas wilayahnya, sebagaimana disajikan sumber data utama, pada tahun 2014 Desa Wado memiliki luas wilayah sebesar 341 hektar. Hanya saja untuk detail tata guna lahan wilayahnya, tidak dijabarkan. Penjabaran mengenai tata guna lahan wilayah Desa Wado bisa dilihat di blog Desa Wado. Tata guna lahan wilayah Desa Wado didominasi oleh lahan pemukiman (perumahan dan pekarangan) dengan luasan sebesar 93,52 hektar. Kemudian sebagian yang lain dipergunakan sebagai lahan pesawahan dengan luasan sebesar 79 hektar. Sisanya yang lain dipergunakan sebagai lahan fasilitas umum seperti lahan kuburan, lapangan, jalan, dan saluran irigasi.

Jika dilihat menggunakan Google Maps, wilayah Desa Wado berada di bagian utara wilayah Kecamatan Wado yang melingkupi pusat pemerintahan kecamatannya. Kontur wilayahnya berupa dataran. Lahan wilayah Desa Wado didominasi oleh pemukiman warga terutama di bagian tengah dan ujung barat daya wilayahnya. Lahan pesawahan terletak di bagian sisi timur dari utara sampai ujung selatan dan bagian barat yang berdekatan dengan aliran Sungai Cimanuk. Dengan dilaksanakannya pengairan bendungan Jatigede, wilayah Desa Wado menjadi salah satu wilayah yang terkena dampaknya. Wilayah Desa Wado bagian utara menjadi wilayah genangan air bendungan Jatigede.

Kemudian untuk jumlah penduduknya, sebagaimana disajikan sumber data utama, pada tahun 2014 Desa Wado dihuni penduduk sebanyak 6.418 orang. Dengan rincian sebanyak 3.274 orang berjenis kelamin laki-laki ditambah 3.144 orang berjenis kelamin perempuan. Jumlah kepala keluarganya sebanyak 2.119 KK. Dan kepadatan penduduk Desa Wado, untuk tiap kilometer persegi luas wilayahnya dihuni penduduk sebanyak 331 orang.

Dan untuk data mata pencahariannya, merujuk data yang disajikan sumber data utama, pada tahun 2014 sebagian besar penduduk Desa Wado bekerja di sektor pertanian baik sebagai petani maupun buruh tani. Sektor ini cukup mendominasi pekerjaan penduduk Desa Wado jika dibandingkan dengan sektor lainnya. Kemudian posisi kedua diduduki oleh sektor perdagangan yang disusul oleh sektor lainnya seperti konstruksi, transportasi, dan jasa.

Sektor pertanian di Desa Wado didukung oleh lahan pertanian berupa lahan pesawahan yang subur dengan sebagian besar sudah mendapatkan sistem pengairan setengah teknis. Lahan pesawahan di Desa Wado memiliki produktivitas yang bagus dalam menghasilkan produk utama berupa padi. Di samping padi, dihasilkan juga beberapa jenis tanaman palawija seperti jagung, ubi kayu, kacang hijau, ubi jalar, dan kacang tanah. Dihasilkan juga beberapa jenis buah-buahan dan sayuran. Hanya saja untuk kondisi saat ini, lahan pesawahan di Desa Wado telah berkurang dikarenakan tergenang air bendungan Jatigede.

Sektor perdagangan di Desa Wado didukung dengan adanya pasar Wado yang terletak di pusat wilayah Desa Wado. Kemudian sektor industri yang digeluti sebagian penduduk Desa Wado termasuk industri kecil skala rumah tangga. Jenis industrinya dalam hal pengolahan makanan, kerajinan kayu dan pengolahan batu bata.

Untuk bidang seni budaya, di Desa Wado masih terdapat beberapa jenis kesenian tradisional Sunda yang masih terpelihara. Jenis kesenian tersebut diantaranya adalah Kuda Renggong dan Singa Depok. Dan untuk sektor wisatanya, Desa Wado bisa mengembangkan sektor pariwisata dengan memanfaatkan bendungan Jatigede yang terletak di bagian utaranya.

(Sumber: dari berbagai sumber termasuk BPS Sumedang dan Desa Wado)

Penulis

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 21 Desember 2017

Sharing

Detail Kontak

Komentar

Pemberitahuan!

Silakan lengkapi data komentar Anda...

Iklan Sumedang

Media Sosial

Grup Facebook Counting...
Grup Sumedang Tandang
Fan Page Facebook Counting...
@sutanyangka
Akun Facebook Counting...
@sumedang.tandang.7
Instagram Counting...
@sumedang.tandang
Twitter Counting...
@sumedangtandang
Google Plus Counting...
+SumedangTandangsumedangtandang