Logo Kampung Ciumpleng, Cinangsi

Kampung Ciumpleng, Cinangsi

Akses Lokasi

Keterangan:
  1. Berlokasi di bagian barat laut wilayah Desa Cinangsi
  2. Bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat
  3. Bisa menggunakan Angkot 24 Terminal Rancamulya - Wado atau Angdes 53 Situraja - Darmaraja - Wado. Turun di pertigaan Cinangsi Gunung Lingga, dilanjut naik ojeg atau jalan kaki ke arah selatan sekitar 600 meter

Suka ? Like & Share

Sekilas Kontak

Alamat Lengkap

Desa Cinangsi Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang

Akun Facebook

Ci Umpleng Up Todate


Lokasi

Kampung Ciumpleng merupakan sebuah pemukiman penduduk atau kampung yang berada di wilayah Desa Cinangsi Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang. Lokasinya berada di bagian barat laut wilayah Desa Cinangsi, sebuah lokasi yang tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan Desa Cinangsi. Dari kantor Desa Cinangsi jaraknya sekitar 850 meter ke arah selatan melewati jalan besar dengan menyeberangi jalan provinsi yang menghubungkan Sumedang dengan Garut.

Kawasan pemukiman penduduk Kampung Ciumpleng berada di kawasan lereng perbukitan yang menghadap ke arah timur, di bagian barat kaki Gunung Sangiangpeuteuy dan sebelah selatan Gunung Bayu. Bagian timur kawasan pemukimannya sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan bagian baratnya. Ketinggian wilayahnya berkisar antara 450 hingga 500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kawasan pemukiman penduduk Kampung Ciumpleng dikelilingi oleh lahan pertanian berupa lahan perkebunan dan sedikit lahan pesawahan. Di sekeliling pemukiman penduduknya didominasi dengan lahan perkebunan, baik di utara, barat, selatan maupun timur. Dengan tambahan di sebelah tenggara selain berbatasan dengan lahan perkebunan juga berbatasan dengan lahan pesawahan. Dan di sebelah timur, berdekatan juga dengan kawasan pemukiman penduduk Kampung Nanggerang. Kawasan perkebunan di sekitaran Kampung Ciumpleng menghijau ditumbuhi berbagai macam pepohonan dari jenis buah-buahan dan penghasil kayu. Jenis pepohonan buah-buahan diantaranya pisang, rambutan, mangga dan lainnya, sementara penghasil kayu diantaranya albasiah dan jati putih.

Pemukiman penduduk Kampung Ciumpleng berada di perlintasan jalan besar yang menghubungkan wilayah Desa Cinangsi atau jalan raya provinsi antara Sumedang - Garut dengan wilayah Desa Cimarga. Akses jalan yang terhubung ke Kampung Ciumpleng berasal dari sebelah utara yang tersambung dengan jalan raya provinsi antara Sumedang - Garut, kemudian akses ke arah selatan terhubung dengan wilayah Desa Cimarga. Ditambah akses ke arah timur yang juga berupa jalan besar dan terhubung dengan Kampung Nanggerang. Dengan demikian, akses ke Kampung Ciumpleng cukup mudah karena bisa dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat. Dan walaupun tidak dilintasi angkutan umum secara langsung, namun jarak dari jalan raya yang terlewati angkutan umum hanya 600 meter saja.

Pemukiman penduduk Kampung Ciumpleng memiliki populasi penduduk yang cukup banyak. Pemukiman penduduknya memanjang dari barat ke arah timur, dengan bagian baratnya melebar dari utara ke selatan. Sebaran penduduknya mengikuti jalur jalan besar yang melintasinya, memanjang dari timur ke barat mengikuti jalan besar yang menghubungkan Kampung Ciumpleng dengan Kampung Nanggerang, sementara pemukiman bagian barat yang melebar dari utara ke selatan mengikuti jalur jalan besar dari utara ke wilayah Desa Cimarga di sebelah selatan.

Sebaran pemukiman penduduknya tidak terlalu merata, sebagian ada yang berdekatan antarpemukiman dan sebagian lagi cukup renggang. Dan untuk sebaran pemukiman penduduk Kampung Ciumpleng mengalami perubahan dikarenakan pernah terkena bencana pergerakan tanah amblas sekitar tahun 2010. Sebanyak 160 Kepala Keluarga terkena musibah bencana tersebut dengan lokasi utama berada dalam cakupan wilayah Rukun Warga (RW) 04, 12 KK diantaranya merupakan warga RW 03. Bencana pergerakan tanah amblas tersebut tidak hanya menimpa pemukiman penduduk saja, namun juga menimpa fasilitas umum berupa bangunan sekolah dasar SD Negeri Pabuaran dan kantor Desa Cinangsi. Akibat pergeseran tanah tersebut, ada sebagian tanah yang amblas hingga kedalaman delapan meter yang berlangsung beberapa waktu.

Karena kondisi yang diakibatkan oleh pergeseran tanah tersebut cukup membahayakan, bagi warga Kampung Ciumpleng yang bangunan rumahnya terdampak pemerintah mempersiapkan lahan relokasi di kawasan Desa Linggajaya, tepatnya di blok Cipangrumasan. Sesuai dengan data awal, jumlah KK yang terdampak sebanyak 503 KK sehingga dibangunkan tempat relokasi untuk sejumlah KK tersebut. Kemudian Badan Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (BVMBG) mengeluarkan imbauan agar Kampung Ciumpleng yang berpenghuni 1.374 jiwa tersebut harus dikosongkan karena berbahaya.

Realisasinya hanya sebagian penduduk Kampung Ciumpleng saja yang bersedia direlokasi ke tempat yang baru. Sebagian lagi ada yang pindah ke tempat yang baru, bukan ke tempat relokasi, dan sebagian besar lainnya memilih menetap di Kampung Ciumpleng terutama yang tidak terdampak. Bahkan warga yang terdampakpun sebagian ada yang membangunan kembali rumahnya yang sudah roboh.

Untuk bangunan SD Negeri Pabuaran, direlokasi ke tempat yang sama dengan relokasi penduduk terdampak bencana, blok Cipangrumasan yang kemudian lokasinya dikenal juga dengan nama Komplek Babakan Kodim atau Perumahan Relokasi Desa Linggajaya. Sementara bangunan kantor Desa Cinangsi direlokasi ke Kampung Nanggerang Baru, dekat dengan SD Negeri Nanggerang.

Secara kewilayahan, Kampung Ciumpleng berada dalam cakupan wilayah Dusun Ciumpleng bersama dengan Kampung Nanggerang. Untuk cakupan lebih kecilnya, Kampung Ciumpleng di Dusun Ciumpleng terbagi ke dalam satu wilayah Rukun Warga (RW) yaitu RW 04. Wilayah RW 04 di Kampung Ciumpleng terbagi ke dalam lima wilayah RT yaitu RT 01, 02, 03, 04 dan RT 05.

Jika melihat peta yang diterbitkan jaman penjajahan Belanda, Kampung Ciumpleng belum muncul setidak berdasarkan peta yang diterbitkan pada tahun 1909. Kecuali ada pemukiman penduduk yang berada di dekat perbatasan dengan Desa Cimarga dengan nama Pabuaran (ditulis Paboearan), sebagaimana nama sekolah yang dulu berdiri di Kampung Ciumpleng. Baru dalam peta yang diterbitkan pada tahun 1918 ada pemukiman dekat Kampung Ciumpleng saat ini dengan nama Babakan.

Fasilitas umum yang ada di Kampung Ciumpleng saat ini diantaranya adalah fasilitas peribadahan berupa masjid yang berlokasi di bagian selatan dan bagian barat pemukiman penduduk. Kemudian fasilitas olahraga berupa lapangan bola voli. Fasilitas lainnya seperti pendidikan dasar, tidak ada di Kampung Ciumpleng ini karena sudah direlokasi ke Desa Linggajaya yaitu SD Negeri Pabuaran. Jadi bagi anak-anak yang masih tinggal bersama orang tuanya di pemukiman Kampung Ciumpleng harus pergi ke Kampung Nanggerang Baru dengan adanya SD Negeri Nanggerang dengan jarak sekitar 800 meter ke arah timur.

Akses ke Kampung Ciumpleng cukup mudah karena bisa menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Dan tidak jauh dari perlintasan Angkutan Umum Perkotaan (Angkot) misalnya Angkot 24 jurusan Terminal Rancamulya - Wado dan Angkutan Umum Pedesaan (Angdes) 53 jurusan Situraja - Darmaraja - Wado.

Penulis

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 19 Januari 2024

Detail Kontak

Komentar

Pemberitahuan!

Silakan lengkapi data komentar Anda...

Iklan Sumedang

Media Sosial

Grup Facebook Counting...
Grup Sumedang Tandang
Fan Page Facebook Counting...
@sutanyangka
Akun Facebook Counting...
@sumedang.tandang.7
Instagram Counting...
@sumedang.tandang
Twitter Counting...
@sumedangtandang
Google Plus Counting...
+SumedangTandangsumedangtandang