Sekilas Kontak

Alamat Lengkap

Dusun Karedok I Desa Karedok Kecamatan Jatigede


Lokasi


Akses Lokasi

Desa Karedok merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Jatigede. Lokasinya berada di bagian utara wilayah kecamatan dengan jarak sekitar 4 km ke kantor kecamatan. Desa Karedok ini memiliki status sebagai pedesaan dengan klasifikasi Desa Swadaya Mula.

Sebelum tahun 2001, Desa Karedok merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Tomo. Namun semenjak dikeluarkannya Surat Keputusan Bupati Sumedang Nomor 61 Tahun 2001, tanggal 24 Februari 2001, tentang Penetapan Desa/Kelurahan dalam wilayah kecamatan di Kabupaten Sumedang, Desa Karedok berpindah dari cakupan Kecamatan Tomo menjadi wilayah Kecamatan Jatigede.

Berdasarkan data topografi, wilayah Desa Karedok memiliki bentuk bentang permukaan tanah berupa hamparan atau dataran. Ketinggian lokasi kantor Desanya berada pada 84 meter di atas permukaan tanah. Secara administratif, wilayah Desa Karedok berbatasan langsung dengan Desa Cicarimanah (Kecamatan Situraja) dan Desa Cipeles (Kecamatan Tomo) di sebelah utara, Desa Cilopang Kecamatan Cisitu di sebelah baratnya, Desa Pajagan (Kecamatan Cisitu) dan Desa Kadujaya di sebelah selatan, serta Desa Cijeungjing dan Desa Cipeles (Kecamatan Tomo) di sebelah timurnya. Pemerintahan Desa Karedok dipimpin oleh seorang Kuwu atau Kepala Desa dengan 6 Rukun Warga (RW) dan 24 Rukun tetangga (RT), serta terbagi menjadi 2 dusun, yakni Dusun Karedok 1 dan Dusun Karedok 2.

Asal Usul Desa Karedok

Berkaitan dengan nama Desa Karedok konon berawal dari sebuah perkampungan yang terletak di seberang Sungai Cimanuk. Daerah ini dulunya merupakan wilayah Sumedang Larang atau Negara Mayeuti (sebutan orang pada saat itu). Ketika itu terjadi musibah tanah longsor di sawah lamping dan menimpa sebuah kampung, menyebabkan penduduk kampung tersebut harus pindah ke Kampung Rancakeong atau Babakan Dobol. Tersebutlah dua keluarga yang ada di tempat itu yang kemudian berkembang menjadi 710 jiwa. Perkembangan yang demikian pesatnya itu dimungkinkan karena daerah ini merupakan daerah yang subur, sehingga banyak pendatang yang akhirnya menetap di sana.

Saat itu Sumedang dipimpin oleh seorang bupati bernama Pangeran Aria Soeria Atmadja yang senang “ngalintar” (menangkap ikan di sungai dengan menggunakan jala atau kecrik). Ketika ia ngalintar lagi di Leuwi Kiara yang merupakan aliran Sungai Cimanuk, ia merasa lelah kemudian beristirahat di sebuah kampung yang disebut Kampung Dobol. Pada saat ia beristirahat, masyarakat setempat mengetahui bahwa yang sedang beristirahat itu adalah dalem atau bupati, dan dengan rasa hormat warga kampung itu menyuguhkan hidangan berupa karedok terong, yakni jenis makanan khas Sunda untuk teman nasi (saat makan).

Setelah dalem mencicipi karedok tersebut ia merasakan kenikmatan yang luar biasa. Kenikmatan makan karedok terong itu dibicarakannya kepada Sesepuh Sumedang. Setelah mendengar cerita dalem tersebut, Sesepuh Sumedang merasa penasaran, kemudian dia pun mengajak rekan-rekannya ngalintar ke Leuwi Kiara di aliran Sungai Cimanuk yang berdekatan dengan Kampung Dobol. Begitu pula pada saat Sesepuh Sumedang beristirahat di sana, dia dan rekan-rekannya pun dijamu karedok yang sama dengan perjamuan yang disuguhkan kepada Dalem Aria Soeria Atmadja. Kenikmatan yang sama dapat dirasakan saat menyantap perjamuan tersebut, sehingga mulai saat itu Kampung Dobol berubah namanya menjadi “Kampung Karedok” dan sekaligus sebagi nama desa, yakni “Desa Karedok” hingga sekarang.

Kependudukan

Berdasarkan data BPS Kabupaten Sumedang tentang Kecamatan Jatigede dalam Angka tahun 2014, luas wilayah Desa Karedok sebesar 1.491,81 hektar. Luas wilayah tersebut terbagi ke dalam beberapa fungsi yaitu sebagai lahan pesawahan sebesar 14,41%, sebagai lahan pertanian kering seperti ladang dan huma sebesar 4,69%, sebagai kahan hutan rakyat sebesar 5,97% dan lahan lainnya sebesar 74,93%.

Sementara jumlah penduduk yang mendiami wilayah Desa Karedok sebanyak 2.143 orang (Pendataan PODES Desa tahun 2014). Rinciannya adalah sebanyak 1.030 orang berjenis kelamin pria dan 1.113 orang perempuan. Jumlah kepala keluarganya sebanyak 768 KK, dengan kepadatan penduduk sebesar 143,65 orang untuk tiap km luas wilayah Desa Karedok.

Berkaitan dengan mata pencaharian masyarakat Desa Karedok, sebagian besar penduduk Desa Karedok bermatapencaharian sebagai petani, baik petani pemilik, penggarap, maupun buruh tani. Meskipun pertanian menjadi sumber mata pencaharian utama, namun mereka mempunyai pekerjaan tambahan atau sambilan yang dapat memberikan penghasilan, misalnya beternak sapi, kambing, ayam, kerbau, itik, domba dan lain-lain. Adapun mata pencaharian penduduk yang lain adalah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Guru, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian, tukang ojeg, tukang kayu, tukang batu, mantri kesehatan, bidan, tukang jahit, tukang cukur, serta sebagai pedagang.

Sosial Budaya

Berkaitan erat dengan mata pencaharian sebagai petani, masyarakat Desa Karedok memiliki sejumlah upacara tradisional yang berkaitan dengan pertanian, baik yang dilaksanakan menjelang musim tanam padi maupun ketika masa panen tiba, yaitu upacara Tutup Buku Guar Bumi, upacara Ngabeungkat (upacara membersihkan saluran air agar sawah tidak kekurangan air); Mapag Sri atau upacara setelah panen; dan upacara meminta hujan dengan cara memandikan kucing. Keberadaan upacara-upacara tradisional tersebut turut pula menghidupkan kesenian tradisional yang biasanya diikutsertakan dalam penyelenggaraan upacara, seperti kesenian Bangreng, Tayuban, Terebang, Dogdog, Genjring.

Akses Transportasi

Untuk akses dengan dunia luar, penduduk wilayah Desa Karedok sangat menggantungkan pada keberadaan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Karedok dengan Desa Kadujaya. Sebenarnya ada akses lain yang berupa jalan besar. Namun kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan besar yang terhubung dengan Desa Pajagan ini kondisinya rusak berat dan jarak tempuhnya cukup jauh sekitar 7 km.

(Dari berbagai sumber termasuk BPS Kabupaten Sumedang dan Budaya)

Penulis

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 12 Agustus 2015

Sharing

Detail Kontak

Komentar

Pemberitahuan!

Silakan lengkapi data komentar Anda...

Iklan Sumedang

Media Sosial

Grup Facebook Counting...
Grup Sumedang Tandang
Fan Page Facebook Counting...
@sutanyangka
Akun Facebook Counting...
@sumedang.tandang.7
Instagram Counting...
@sumedang.tandang
Twitter Counting...
@sumedangtandang
Google Plus Counting...
+SumedangTandangsumedangtandang