Sekilas Kontak

Berdiri

11 September 1957

Alamat Lengkap

Jln. Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor Kabupaten Sumedang 45363

Nomor Telepon

022-842 88888

Email

humas@unpad.ac.id

Web Site

Universitas Padjadjaran

Akun Twitter

@unpad

Page Facebook

Universitas Padjadjaran


Lokasi


Akses Lokasi
  1. Berlokasi di pinggir jalan raya Bandung - Sumedang
  2. Bisa diakses menggunakan berbagai jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat
  3. Dilewati Angkutan Umum Perkotaan Cileunyi - Sumedang dan Gede Bage - Sayang - Majalaya
  4. Dilewati Angkutan Umum DAMRI jurusan Kebon Kalapa - Tanjungsari dan jurusan Dipati Ukur - Jatinangor
  5. Dilewati berbagai Angkutan Umum Antar Perkotaan yang melewati Jatinangor

Universitas Padjadjaran atau dikenal juga dengan nama Unpad merupakan sebuah universitas pertama yang berdiri di wilayah kota Bandung. Unpad secara resmi didirikan pada tanggal 11 September 1957, dan dikukuhkan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 1957 tertanggal 18 September 1957 (Lembar Negara Republik Indonesia No. 91 Tahun 1957).

Ketika berdiri, Unpad hanya memiliki empat fakultas yang kemudian berkembang dengan adanya tambahan delapan fakultas setelah enam tahun berdiri. Pada awalnya fakultas yang ada adalah Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, Fakultas Ekonomi (keduanya berasal dari Yayasan Universitas Merdeka di Bandung), Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan (FKIP, penjelmaan dari PTPG di Bandung), dan Fakultas Kedokteran. Delapan fakultas tambahannya adalah Fakultas Sosial Politik (13 Oktober 1958, sekarang FISIP), Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA, 1 November 1958), Fakultas Sastra (1 November 1958, kini menjadi Fakultas Ilmu Budaya), Fakultas Pertanian (Faperta, 1 November 1959), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG, 1 November 1959), Fakultas Publisistik (18 September 1960, sekarang menjadi Fikom), Fakultas Psikologi (FPsi, 1 September 1961), dan Fakultas Peternakan (Fapet, 27 Juli 1963).

Pada 18 September 1960 sebenarnya dibuka juga Fakultas Pendidikan Jasmani (FPJ) yang merupakan perubahan dari Akademi Pendidikan Jasmani. Namun fakultas ini bersama FKIP pada rentang 1963-1964 melepaskan diri dari Unpad dan berdiri sendiri dengan masing-masing menjadi Sekolah Tinggi Olah Raga dan Institut Keguruan & Ilmu Pendidikan (IKIP, sekarang Universitas Pendidikan Indonesia).

Pada waktu itu, kampus Unpad tidak memiliki lokasi yang sama, dimana kampus Unpad tersebar di 13 lokasi yang berbeda. Hal ini menyulitkan dalam hal koordinasi dan pengembangan daya tampung kampus Unpad. Untuk mengatasinya, semenjak tahun 1977 ketika Unpad di bawah kepemimpinan Rektor keenam yaitu Prof. Dr. Hindersah Wiraatmadja muncul gagasan untuk menyatukan segenap kampus Unpad di satu lokasi. Penyatuan kampus Unpad di satu lokasi ini akan sangat bermanfaat dalam rangka peningkatan produktivitas, mutu lulusan, dan pengembangan sarana/prasarana fisik. Dan lokasi yang terpilih terletak di kawasan kaki Gunung Manglayang, dan pada waktu gagasan ini dikenal sebagai Kota Akademis Manglayang. Gagasan ini terinspirasi oleh Kota Akademik Tsukuba. Akhirnya pada tahun 1979 disepakati pengadaan lahan di bekas perkebunan di wilayah Jatinangor.

Secara bertahap, mulai tahun 1983 Unpad memindahkan kegiatan pendidikannya ke wilayah Jatinangor. Pada awalnya kegiatan pendidikan yang dipindahkan adalah Fakultas Pertanian yang kemudian diikuti oleh fakultas-fakultas lainnya.

Gagasan tentang pemindahan kegiatan pendidikan dari kota Bandung ke kawasan bekas perkebunan Jatinangor ini mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah khususnya Pemerintah Propinsi Jawa Barat. Di mana pada waktu itu, di kota Bandung telah berdiri sekitar 40 perguruan tinggi yang mempengaruhi perkembangan kota Bandung dengan meningkatnya jumlah sivitas akademika tiap tahunnya. Hal ini tidak didukung oleh daya dukung lahan dimana persediaan lahan di kota Bandung sangat terbatas. Melihat kondisi ini, Pemerintah Daerah mengambil keputusan untuk memindahkan sebagian aktivitas pendidikan tinggi yang di kota Bandung ke wilayah Jatinangor.

Akhirnya, Pemerintah Propinsi Jawa Barat mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 593/3590/1987. Berdasarkan surat keputusan ini, lahan bekas perkebunan karet di Jatinangor dengan luas total 3.285,5 hektar dibagi ke dalam tujuh wilayah peruntukan. Dari luas total tersebut, seluas 962 hektar diperuntukan sebagai lahan untuk Kota Pendidikan Tinggi. Untuk luasan lahan yang dialokasikan sebagai kawasan kampus Unpad sebesar 170 hektar.

Pemindahan kegiatan atau aktivitas pendidikan Unpad ke wilayah Jatinangor dilakukan secara bertahap. Pada awalnya yang berpindah ke kampus Jatinangor adalah Fakultas Pertanian dan Peternakan. Kemudian disusul Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada tahun 1993. Dan disusul oleh Fakultas-fakultas lainnya. Dan hanya menyisakan Fakultas Hukum dan Ekonomi saja yang tetap melaksanakan kegiatan perkuliahannya di kampus Unpad lama yang terletak di Jalan Dipati Ukur Bandung.

Fakultas-fakultas yang berpindah ke kampus Jatinangor yaitu:

  1. Fakultas Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter (Sarjana dan Profesi) dan Program Studi Ilmu Keperawatan
  2. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahun Alam
  3. Fakultas Pertanian: Jurusan Agronomi, Ilmu Tanah, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Teknologi Pertanian, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, dan Jurusan Perikanan
  4. FISIP: Jurusan Ilmu Administrasi, Ilmu Hubungan Internasional, Kesejahteraan Sosial, Ilmu Pemerintahan, dan Antropologi Sosial
  5. Fakultas Sastra: Sastra Indonesia, Sastra Daerah, Sejarah, Sastra Inggris, Sastra Perancis, Sastra Jepang, Sastra Rusia, Sastra Jerman dan Sastra Arab
  6. Fakultas Psikologi: Program Studi dan Profesi Psikologi
  7. Fakultas Peternakan: Program Studi Produksi Ternak, Program Kelas Khusus Fakultas Peternakan
  8. Fakultas Ilmu Komunikasi: Program Studi Ilmu Komunikasi (Jurusan Jurnalistik, Hubungan Masyarakat, dan Manajemen Komunikasi), Program Studi Ilmu Kepustakaan (Jurusan Perpustakaan)
  9. Fakultas Kedokteran Gigi: Program Sarjana Kedokteran Gigi dan Keprofesian Dokter Gigi.

Terakhir, pada tanggal 5 Januari 2012, gedung Rektorat Unpad juga resmi pindah ke Jatinangor.

Hingga saat ini, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2014 tentang Penetapan Unpad sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum ditandatangani Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pada 17 Oktober 2014, Unpad memiliki status sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. Pada 16 Januari 2014, Unpad memperoleh sertifikat akreditasi institusi perguruan tinggi dengan status 'Terakreditasi dengan Peringkat A' dari Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Kemudian, Unpad juga tercatat sebagai perguruan tinggi negeri dengan peminat terbanyak se-Indonesia di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN) pada tahun 2012, 2013, 2014, dan 2015.

(Dari berbagai sumber Universitas Padjadjaran)

Penulis

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 15 Juni 2017

Sharing

Detail Kontak

Komentar

Pemberitahuan!

Silakan lengkapi data komentar Anda...

Iklan Sumedang

Media Sosial

Grup Facebook Counting...
Grup Sumedang Tandang
Fan Page Facebook Counting...
@sutanyangka
Akun Facebook Counting...
@sumedang.tandang.7
Instagram Counting...
@sumedang.tandang
Twitter Counting...
@sumedangtandang
Google Plus Counting...
+SumedangTandangsumedangtandang