Sekilas Kontak

Alamat Lengkap

Jalan Suhanta Atmaja No. 72 Desa Narimbang


Lokasi


Akses Lokasi
  1. Berlokasi di pinggir jalan besar
  2. Bisa diakses menggunakan berbagai jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat

Sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Conggeang. Lokasinya di sebelah selatan ibu kota Kecamatan Conggeang dengan jarak sekitar 5 km. Sebagian wilayah Desa Narimbang terletak di kaki Gunung Tampomas bagian timur. Desa Narimbang merupakan desa dengan status pedesaan yang memiliki klasifikasi desa swakarsa.

Nama Narimbang berasal dari nama ratu yang memimpin kerajaan Gunung Karang Padjadjaran yang bernama Dewi Imbang Rasa. Kerajaan ini dianggap sebagai pecahan dari Kerajaan Padjadjaran ketika mengalami kehancuran. Wilayah kekuasaan Kerajaan ini lumayan luas, mencakup wilayah Kecamatan Conggeang, Kecamatan Paseh, Kecamatan Buahdua, dan sebagian Kabupaten Subang. Setelah Gunung Tampomas meletus, ibukota kerajaan sering berpindah-pindah dari Narimbang ke Haur Ngombong Tanjungsari. Kemudian pindah lagi ke Nangtung, Ungkal, Ujungjaya, dan Cipelang. Setelah itu kembali ke Narimbang. Hingga kini tersebutlah nama Desa Narimbang.

Berdasarkan topolografinya, wilayah Desa Narimbang memiliki bentuk permukaan wilayah berupa lereng dengan ketinggian 553 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, Desa Narimbang dikelilingi oleh wilayah Desa Conggeang Kulon dan Desa Sekarwangi Kecamatan Buahdua di sebelah utara, Desa Cibitung Kecamatan Buahdua di sebelah barat, Desa Jambu di sebelah selatan serta Desa Cibereuyeuh dan Desa Cipamekar di sebelah timur.

Luas wilayah Desa Narimbang berdasarkan data BPS tentang Pendataan Potensi Desa tahun 2014, seluas 5,16 km persegi. Luas wilayah tersebut terbagi ke dalam beberapa fungsi yaitu luas lahan sebagai pesawahan sebesar 0,54 km persegi, luas lahan pertanian yang bukan pesawahan seluas 0,44 km persegi dan luas lahan yang digunakan bukan lahan pertanian seperti lahan perumahan penduduk dan kehutanan seluas 4,18 km persegi.

Menurut data Registrasi Penduduk Kecamatan Conggeang tahun 2013, jumlah penduduk yang mendiami wilayah Desa Narimbang sebanyak 3.330 orang. Rinciannya adalah sebanyak 1.637 orang berjenis kelamin laki-laki ditambah 1.693 orang perempuan. Jumlah kepala keluarganya 1.191 KK. Kepadatan penduduk untuk tiap km persegi wilayah Desa Narimbang sebanyak 645 orang.
Wilayah Desa Narimbang sebenarnya Narimbang memiliki potensi pertanian yang tinggi, namun dikarenakan tanahnya berjenis pasir maka komoditas pertanian yang dapat tumbuh hanya komoditas tertentu seperti tanaman perkebunan. Komoditas pertanian utama  warga Desa Narimbang adalah salak, melinjo, dan nilam. Sementara tanaman pangan sulit untuk diusahakan sebab tanahnya yang sulit menyerap air.

Selain memiliki potensi di sektor pertanian, Desa Narimbang juga memiliki potensi di sektor industri terbukti dari banyaknya industri rumahan berupa produk olahan makanan yang diusahakan hampir setiap rumah. Ibu-ibu rumah tangga di Desa Narimbang banyak yang bergerak di bidang industri rumah tangga ini. Industri rumah tangga warga Desa Narimbang menghasilkan produk emping (produk olahan dari bahan baku buah melinjo memang mudah ditemukan), sale pisang, cireng, kerupuk tempe, keripik singkong,cimpring dan opak.

Terkait seni budaya, di Desa Narimbang ada kesenian yang dinamakan seni Celempungan. Alat musik ini terbuat dari bambu dan terdiri dari deretan tiga batang bambu yang telah dipotong sedemikian rupa, disatukan kemudian cara dimainkannya dengan dipukul. Walau kondisinya sempat timbul-tenggelam, seni Celempung Desa Narimbang sudah pernah tampil di beberapa acara seperti di TMII (Taman Mini Indonesia Indah), di Tasik dalam undangan Menteri Kehutanan, mengisi acara di Jatigede, dan tempat lainnya.

Di bidang wisata Desa Narimbang memiliki tempat wisata yang sampai saat ini hanya dikenal oleh masyarakat sekitar pulau Jawa padahal jika diperkenalkan lebih jauh wisata di Narimbang yang berupa Curug Ciputrawangi atau Curug Narimbang berpotensi menjadi tempat wisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain wisata air, ada juga wisata ziarah dengan adanya makam keramat Mbah Cacagati. Makam ini adalah makam Putri Cacagati yang merupakan keturunan (cucu) Ratu Imbang Rasa, ratu Kerajaan Gunung Karang Padjadjaran. Makam Mbah Cacagati terletak di hutan Sawah Kalapa lereng Gunung Tampomas.

(Sumber: KKNM Unpad 2012, Saung Mang Deni dan BPS Kabupaten Sumedang)

Penulis

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 18 Juni 2015

Sharing

Detail Kontak

Komentar

Pemberitahuan!

Silakan lengkapi data komentar Anda...

Iklan Sumedang

Media Sosial

Grup Facebook Counting...
Grup Sumedang Tandang
Fan Page Facebook Counting...
@sutanyangka
Akun Facebook Counting...
@sumedang.tandang.7
Instagram Counting...
@sumedang.tandang
Twitter Counting...
@sumedangtandang
Google Plus Counting...
+SumedangTandangsumedangtandang