Logo Desa Jatimekar

Desa Jatimekar

Akses Lokasi

Keterangan:
  1. Berada di pinggir jalan raya Cikopo
  2. Bisa diakses menggunakan berbagai jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat
  3. Tidak dilewati angkutan umum, namun bisa menggunakan angkutan umum Sumedang - Corenda kemudian bisa dilanjutkan dengan jalan kaki dari pertigaan Warung Ketan dengan jarak sekitar 200 meter

Suka ? Like & Share

Sekilas Kontak

Berdiri

1982

Alamat Lengkap

Dusun Cikopo Desa Jatimekar Kecamatan Situraja


Lokasi

Desa Jatimekar merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Situraja. Desa ini berlokasi di sebelah timur wilayah kecamatan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Cisitu. Jarak dengan ibu kota kecamatan sekitar 1 kilometer. Berdasarkan sejarahnya, Desa Jatimekar merupakan desa pemekaran dari Desa Cijati. Pada tahun 1982, Desa Cijati dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Cijati dan Desa Jatimekar.

Berdasarkan data BPS tentang Potensi Desa tahun 2014, Desa Jatimekar memiliki status sebagai perkotaan dengan klasifikasi sebagai desa swadana. Secara topografi, wilayah Desa Jatimekar memiliki bentang permukaan tanah berupa dataran dengan ketinggian wilayah dimana kantor desa berada sekitar 330 meter di atas permukaan laut.

Secara geografis, Desa Jatimekar dibatasi oleh wilayah-wilayah sebagai berikut: Desa Situraja Utara dan Desa Ranjeng Kecamatan Cisitu di sebelah utara, Desa Ranjeng Kecamatan Cisitu di sebelah timur, Desa Ranjeng Kecamatan Cisitu dan Desa Cijati di sebelah selatan, serta Desa Cijati dan Desa Situraja di sebelah baratnya. Secara administratif, Desa Jatimekar terdiri atas tiga buah dusun yaitu Dusun Cikopo, Dusun Cijambe dan Dusun Cijati Hilir. Sebelum tahun 1987, Dusun Cijati Hilir masuk ke dalam wilayah Desa Cijati. Namun kemudian dimekarkan menjadi wilayah Desa Jatimekar. Jumlah Rukun Warga di Desa Jatimekar sebanyak 6 RW dan Rukun Tetangganya sejumlah 18 RT.

Berdasarkan data hasil orientasi wilayah KKNM Unpad Jatimekar, luas wilayah Desa Jatimekar adalah seluas 200,439 hektar. Luas wilayah tersebut terbagi ke dalam beberapa penggunaan dengan porsi terbesar digunakan sebagai lahan pertanian baik pertanian lahan basah maupun lahan kering. Sebesar 133,08 hektar digunakan sebagai lahan pesawahan dan seluas 23,6 hektar sebagai lahan perkebunan. Sisanya dipergunakan sebagai lahan pemukiman seluas 37 hektar, lahan pekuburan seluas 2,03 hektar dan lahan prasarana seluas 3,46 hektar.

Berdasarkan data BPS tentang Potensi Desa tahun 2014, jumlah penduduk yang mendiami wilayah Desa Jatimekar sebanyak 2.932 orang. Rinciannya adalah sebanyak 1.472 orang laki-laki ditambah sebanyak 1.460 orang perempuan. Jumlah kepala keluarganya sebanyak 913 KK. Kepadatan penduduk Desa Jatimekar sebanyak 1.466 orang untuk setiap kilometer luas wilayahnya.

Berkaitan dengan mata pencaharian penduduk Desa Jatimekar, sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. Ini berkaitan erat dengan penggunaan lahan sebagai lahan pertanian baik pesawahan maupun perkebunan. Selain di bidang pertanian ada juga penduduk yang bergerak di sektor perdagangan dan industri rumahan (home industry) serta peternakan. Sektor pertanian di Desa Jatimekar menghasilkan produk padi sebagai hasil utama yang dihasilkan lahan pesawahan. Selian menghasilkan padi, lahan pertanian di Desa Jatimekar juga menghasilkan produk berupa palawija seperti jagung dan kacang tanah, ketela pohon, serta ubi jalar. Lahan perkebunan ada juga yang menghasilkan kayu seperti kayu dari pohon jati, mahoni dan dan sengon) dan buah pisang. Sektor peternakan yang ada di Desa Jatimekar yaitu peternakan ayam, kambing, domba, dan bebek. Selain menghasilkan daging, ayam dan bebek juga dimanfaatkan produk telurnya.

Sementara bidang industri rumahan yang terdapat di Desa Jatimekar diantaranya adalah usaha pembuatan per yang sudah diakui hingga ke Jawa Tengah dan usaha pembuatan es krim yang sudah cukup maju. Kemudian ada juga yang bergerak di bidang pembuatan tahu dan kerajian sapu.

Berkaitan dengan bidang seni budaya, ada beberapa jenis seni budaya yang masih bisa dijumpai di masyarakat Desa Jatimekar. Seni budaya yang masih ada diantaranya adalah seni Reak, yaitu kesenian yang memadukan beberapa jenis seni tradisional seperti reog, angklung, gendang pencak, tari dan topeng. Kemudian ada juga seni Jaipong Dangdut, yang biasa ditampilkan pada acara resepsi pernikahan. Ditambah dengan budaya hajat lembur yang sempat pakum namun kemudian dibangkitkan kembali dan diharapkan menjadi agenda tahunan di Desa Jatimekar.

(Sumber: BPS Kabupaten Sumedang dan KKNM Unpad Jatimekar)

Penulis

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 27 Februari 2016

Detail Kontak

Komentar

Pemberitahuan!

Silakan lengkapi data komentar Anda...

Iklan Sumedang

Media Sosial

Grup Facebook Counting...
Grup Sumedang Tandang
Fan Page Facebook Counting...
@sutanyangka
Akun Facebook Counting...
@sumedang.tandang.7
Instagram Counting...
@sumedang.tandang
Twitter Counting...
@sumedangtandang
Google Plus Counting...
+SumedangTandangsumedangtandang