Logo Desa Cikaramas

Desa Cikaramas

Akses Lokasi

Keterangan:
  1. Berlokasi di pinggir jalan besar
  2. Bisa diakses menggunakan berbagai jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat
  3. Secara tidak langsung dilewati Angkutan Umum Pedesaan Sumedang - Cikaramas dan Angkutan Umum antar-kota Sumedang - Bekasi
  4. Secara tidak langsung dilewati Angkutan Umum Pedesaan Sumedang - Cikaramas dan Angkutan Umum antar-kota Sumedang - Bekasi

Suka ? Like & Share

Sekilas Kontak

Berdiri

1880

Alamat Lengkap

Jalan Raya Cikaramas - Jingkang Km. 01 No. 23

Web Site

Desa Cikaramas Tanjungmedar

Akun Facebook

Desa Cikaramas

Akun Google+

Desa Cikaramas


Lokasi

Desa Cikaramas merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Tanjungmedar. Lokasinya berada di bagian barat wilayah kecamatan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Subang. Jika dilihat dari pusat Kecamatan Tanjungmedar, lokasinya berada di sebelah selatan dengan jarak tempuh sekitar sembilan kilometer.

Perbatasan Desa Cikaramas dengan wilayah Desa Cikawung Kabupaten Subang sekaligus sebagai batas antara Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Subang ditandai dengan aliran sungai yang bersumber dari Gunung Bongkok. Aliran sungai ini bisa mengairi lahan pesawahan di hilirnya sampai dengan jarak delapan kilometer dari hulu sungainya. Sungai ini dikenal dengan nama Sungai Cikaramas. Penamaan sungai ini berkaitan dengan kisah masa lalu dimana ada seorang penduduk yang meminta tolong kepada seorang Kyai (Eyang Abdul) yang merupakan pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren di Dusun Sukamanah. Penduduk tersebut meminta tolong kepada Kyai untuk mengobati keluarganya yang sakit.

Untuk mengobatinya, Eyang Abdul menyuruh penduduk tersebut untuk mengambil air di mata air yang terletak di Gunung Bongkok. Air tersebut setelah diberi doa, kemudian diminum oleh pasien yang sakit dan akhirnya sembuh. Atas kesembuhan pasien itu, kabarnya tersiar dari mulut ke mulut yang menyebutkan bahwa air dari mata air di Gunung Bongkok bisa menyembuhkan penyakit. Dan lama-kelamaan mata air ini dikeramatkan dan dinamakan dengan nama Cikuramas (Cai Kurama atau Air Keramas). Dari nama ini akhirnya, dikenal menjadi Sungai Cikaramas. Dari nama sungai kemudian dijadikan nama Kampung Cikaramas. Dari sekedar nama kampung, kemudian dijadikan nama desa, Desa Cikaramas.

Awal berdirinya Desa Cikaramas diperkirakan pada tahun 1880. Pada awalnya Desa Cikaramas mencakup wilayah Desa Cikaramas dan Desa Wargaluyu dan berada di wilayah Kecamatan Tanjungkerta. Kemudian pada tahun 1980 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 993/PM.122-Pem/Sk/1980 tertanggal 2 Juni 1980 Desa Cikaramas dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Cikamaras dan Desa Wargaluyu. Desa Cikaramas mengambil wilayah bagian utara dan Desa Wargaluyu bagian selatannya. Ketika terjadi pemekaran wilayah Kecamatan Tanjungkerta menjadi dua wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Tanjungkerta dan Kecamatan Tanjungmedar pada tahun 2001, Desa Cikaramas menjadi bagian wilayah Kecamatan Tanjungmedar.

Berdasarkan data Kecamatan Tanjungmedar dalam Angka tahun 2014, Desa Cikaramas memiliki status sebagai pedesaan dengan klasifikasi sebagai desa swasembada. Secara topografis, Desa Cikaramas memiliki bentuk bentang permukaan tanah berupa perbukitan. Ketinggian wilayah dimana kantor desa berada sekitar 630 meter di atas permukaan laut. Secara geografis, wilayah Desa Cikaramas dikelilingi oleh wilayah-wilayah sebagai berikut: Desa Tanjungmedar di sebelah utara, Desa Kertamukti dan Desa Sukamukti di sebelah timur, Desa Wargaluyu di sebelah selatan serta Kabupaten Subang di sebelah baratnya. Secara administratif, wilayah Desa Cikaramas terdiri atas tiga buah dusun yaitu Dusun Cikaramas I, Dusun Cikaramas II, dan Dusun Cikaramas III. Jumlah Rukun Warga dan Rukun Tetangganya masing-masing sejumlah 10 RW dan 33 RT.

Masih berdasarkan sumber data yang sama, Desa Cikaramas memiliki luas wilayah sebesar 562,32 hektar. Luas wilayah tersebut terbagi ke dalam beberapa jenis peruntukan, seperti sebagai lahan pertanian, lahan pemukiman dan lahan kehutanan. Luas wilayah yang dipergunakan sebagai lahan pertanian seluas 472 hektar atau hampir 84 persen dari luas total wilayahnya. Lahan pertaniannya terbagi ke dalam dua jenis yaitu lahan pesawhan dan lahan pertanian bukan pesawahan. Luas lahan pesawahannya sendiri seluas 205 hektar dan luas lahan pertanian bukan pesawahan seperti ladang, huma dan perkebunan seluas 267 hektar. Seluas 86,5 hektar berupa lahan pemukiman dan pekarangan. Sisanya seluas 3,82 hektar merupakan lahan kehutanan.

Berkaitan dengan jumlah penduduknya, masih berdasarkan sumber data yang sama, pada tahun 2013 Desa Cikaramas dihuni oleh penduduk sejumlah 4.180 orang. Dengan rincian sejumlah 2.144 orang berjenis kelamin laki-laki ditambah 2.036 orang berjenis kelamin perempuan. Jumlah kepala keluarganya sebanyak 1.382 KK. Kepadatan penduduknya, Desa Cikaramas dihuni oleh 748 orang untuk tipa kilometer persegi luas wilayahnya.

Dengan penggunaan lahan yang sebagian besar dipergunakan sebagai lahan pertanian, tidak mengherankan jika sebagian besar penduduk Desa Cikaramas bekerja di sektor pertanian baik sebagai petani maupun buruh tani. Sebagian kecil lainnya bekerja di sektor konstruksi, perdagangan, industri, transportasi dan jasa. Sektor pertanian menjadi sumber utama penghidupan masyarakat Desa Cikaramas. Berbagai produk pertanian dihasilkan lahan pertanian di Desa Cikaramas ini baik lahan pesawahan, ladang, huma maupun perkebunan. Lahan pesawahannya menghasilkan produk utama berupa padi. Selain padi, lahan ini juga menghasilkan berbagai jenis palawija seperti jagung, ubi kayu, kedelai, ubi jalar dan kacang tanah. Sementara produk buah-buahannya dari jenis alpokat, manga, rambutan, manggis, pepaya, durian, sawo, pisang, jambu air, nangka, dan sirsak. Dihasilkan juga berbagai jenis sayur-sayuran seperti mentimun, kacang panjang, cabai merah dan cabai rawit.

Di samping sektor pertanian, tak ketinggalan juga sektor industri kecil atau industri skala rumah tangga. Industri rumah tangga yang digeluti sebagian masyarakat Desa Cikaramas berupa pengolahan makanan dan minuman serta pengolahan kayu.

Terkait bidang seni budaya, di Desa Cikaramas masih terdapat seni tradisional yang dipelihara masyarakatnya. Salah satunya adalah seni Kuda Renggong yang biasa dipergelarkan ketika ada kegiatan hajatan. Kemudian ada lagi seni Sisingaan, Tari Jaipong, Kecapi Suling dan Bodor Calung. Sebagai Desa yang berlokasi di perbatasan dengan Kabupaten Subang, tidak mengherankan jika di Desa Cikaramas berkembang seni Sisingaan yang merupakan kesenian asli dari Kabupaten Subang.

(Sumber: dari berbagai sumber termasuk BPS Kabupaten Sumedang dan KKNM Unpad Cikaramas)

Penulis

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 29 Agustus 2016

Detail Kontak

Komentar

Pemberitahuan!

Silakan lengkapi data komentar Anda...

Iklan Sumedang

Media Sosial

Grup Facebook Counting...
Grup Sumedang Tandang
Fan Page Facebook Counting...
@sutanyangka
Akun Facebook Counting...
@sumedang.tandang.7
Instagram Counting...
@sumedang.tandang
Twitter Counting...
@sumedangtandang
Google Plus Counting...
+SumedangTandangsumedangtandang