Ayo! Liburan ke Sumedang - 7 Tujuan Wisata Olahraga Petualangan

Selain menjadi tujuan wisata yang sifatnya refreshing, wilayah Sumedang juga bisa dijadikan sebagai tujuan wisata olahraga ourdoor atau petualangan. Beberapa jenis wisata olahraga tersebut termasuk olahraga petualangan di air dan di udara. Wisata olahraga outdoor di air termasuk arung jeram dan rafting dengan memanfaatkan wahana aliran air Sungai Cipeles dan Sungai Cimanuk. Kemudian wisata olahraga udaranya adalah paralayang.

Wisata Paralayang Kampung Toga

Bagi yang menyukai atau ingin mencoba terbang menggunakan paralayang, lokasi Kampung Toga adalah lokasi yang termudah. Bukit Kampung Toga yang menjadi lokasi terbang paralayang ini terletak tidak jauh dari Alun-alun Sumedang. Jaraknya sekitar tiga kilometer ke arah selatan melewati kawasan Gunung Puyuh kawasan wisata Kampung Toga.

Dari lokasi ini, penerbang paralayang bisa terbang di sekitaran kota Sumedang bagian selatan untuk melihat keindahan alam yang dikelilingi oleh perbukitan dan kawasan pesawahan. Dan lokasi turunnya berada di timur dari lokasi terbang, tepatnya di Ciloa Sawah Lega.

Belum pernah naik paralayang?

Jangan khawatir! Karena bagi pengunjung yang belum pernah terbang naik paralayang atau yang pernah terbang juga, bisa naik paralayang dengan cara tandem. Terbang bersama pilot paralayang yang sudah berpengalaman. Sehingga tidak perlu khawatir ketika terbang.

Lokasi Bukit Kampung Toga yang tidak terlalu tinggi, gampang diaksesnya oleh pengunjung. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat untuk mengunjungi Bukit Kampung Toga ini. Sebagai catatan ketinggian lokasi terbangnya sekitar 700 meter di atas permukaan laut.

Tertarik ingin mencoba wisata paralayang di Kampung Toga? Kontak saja nomor WhatsApp 0821-2663-0047.

Wisata Paralayang Batu Dua

Lokasi lain yang bisa digunakan untuk mencoba wisata paralayang adalah Batu Dua yang berlokasi di lereng Gunung Lingga Desa Linggajaya. Lokasinya cukup jauh jika diakses dari pusat kota Sumedang. Jaraknya sekitar 25 km ke arah timur harus melewati beberapa wilayah kecamatan seperti Kecamatan Ganeas, Situraja dan Kecamatan Cisitu.

Walau lokasinya lebih jauh jika dibandingkan dengan Kampung Toga, namun wisata paralayang di Batu Dua jauh lebih menantang. Ditambah dengan pemandangan alamnya yang lebih indah karena dari lokasi ini bisa melihat bentangan permukaan bendungan Jatigede. Dengan ketinggian lokasi terbang sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut ditambah dengan adanya hembusan angin yang datang dari bawah ke atas, paralayang yang terbang dari Batu Dua bisa mencapai ketinggian yang lebih tinggi. Karena terbangnya lebih tinggi, maka waktu terbangnya juga akan lebih lama dan bisa mencoba berbagai manuver terbang di udara.

Sebagaimana di Kampung Toga, bagi yang naik paralayang di Batu Dua juga bisa menggunakan jasa penerbang paralayang dengan cara tandem. Sehingga pengunjung akan merasa aman dan tidak perlu khawatir terbang paralayangnya.

Tertarik mencoba? Silakan ngubungi nomor WhatsApp 0821-2663-0047.

Wisata Arung Jeram Parakan Kondang

Ingin mencoba wisata petualangan di air, bisa mencoba wisata arung jeram. Di Kabupaten Sumedang terdapat beberapa lokasi yang bisa digunakan untuk wisata arung jeram ini. Salah satunya adalah Parakan Kondang yang berlokasi di wilayah Desa Kadujaya Kecamatan Jatigede. Lokasinya dekat dengan Bumi Perkemahan Parakan Kondang dan berada di sebelah hilir bendungan Jatigede dengan jarak sekitar tiga kilometer.

Dari beberapa lokasi arung jeram yang ada di wilayah Sumedang, arung jeram di Parakan Kondang ini memiliki level paling tinggi. Bisa dikatakan memiliki grade 3+ sampai dengan grade 4. Ini bisa dilihat dari jenis jeram yang ada di beberapa lokasi sepanjang jalur arung jeram di Parakan Kondang yang bisa membuat pengunjung terkejut yang didukung dengan derasnya arus Sungai Cimanuk dan debit air yang cukup stabil serta lebar sungai yang cukup besar. Walau demikian, wisata arung jeram di Parakan Kondang ini masih aman bagi pengunjung yang menyukai wisata arung jeram. Bahkan bisa digunakan sebagai wisata keluarga termasuk anak-anak bisa ikut berwisata arung jeram.

Wisata arung jeram di Parakan Kondang ini biasanya diawali dari lapangan Bumi Perkemahan Parakan Kondang. Kemudian menyusuri aliran Sungai Cimanuk ke arah utara dan berakhir di kawasan wisata Gendeng Tomo. Jarak total yang ditempuh sekitar 11 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 sampai dengan 2 jam. Sepanjang perjalanan arung jeram ini ada dua tempat yang bisa digunakan untuk berhenti. Keduanya adalah Kampung Bunut untuk sekedar beristirahat atau menyantap perbekanan dan muara Sungai Cipeles yang biasa digunakan untuk kegiatan permainan seperti Water Games.

Wisata arung jeram Parakan Kondang ini berakhir di kawasan wisata Gendeng Desa Karyamukti. Pangunjung akan mendapatkan jamuan makan siang dan air kelapa muda.

Tertarik mencoba? Silakan ngubungi nomor WhatsApp 0821-2663-0047.

Wisata Arung Jeram Cipeles

Bagi yang menyukai wisata arung jeram dengan kondisi sungai lebih bersahabat atau gradenya lebih rendah dari pada Parakan Kondang, bisa menggunakan aliran Sungai Cipeles. Wisata arung jeram di aliran Sungai Cipeles ini memiliki tingkatan atau grade 2+ sampai 3. Sehingga sangat cocok sebagai sarana awal untuk mencoba wisata olahraga arung jeram.

Bagi wisatawan yang baru mencoba wisata arung jeram ini sangat cocok apalagi bersama keluarga, karena tidak terlalu menegangkan.

Wisata arung jeram Cipeles ini diawali dari jembatan Sari Bumi yang terletak di Desa Rancamulya. Dari sini arung jeram menyusuri aliran Sungai Cipeles ke arah utara kemudian berbelok ke arah timur. Sampai di bendung Sentig, arung jeram beristirahat dulu. Dari sini dilanjutkan ke arah timur menyusuri aliran Sungai Cipeles ke arah timur. Pengarungan berakhir di jembatan Bantarmara di wilayah Desa Ganeas.

Jika ditotalkan, jarak tempuh wisata arung jeram Cipeles ini mencapai 13 km. Sementara waktu yang dibutuhkan selama pengarungan ini sekitar 2,5 sampai dengan 3 jam.

Wisata Arung Jeram Wado

Wisata arung jeram Wado ini hampir sama dengan wisata arung jeram Cipeles, terkait tingkat atau levelnya. Jadi cocok bagi pemula yang ingin mencoba wisata olahraga arung jeram. Bedanya, untuk wisata arung jeram Wado ini lebih singkat atau dekat. Berbeda dengan arung jeram Cipeles, arung jeram Wado hanya menempuh jarak sekitar 5 km saja. Sementara waktu yang dibutuhkannya sekitar 1 sampai dengan 1,5 jam.

Wisata arung jeram Wado ini mengarungi aliran Sungai Cimanuk di wilayah Desa Wado. Lokasinya berada di sebelah hulu bendungan Jatigede. Startnya di jembatan jalan lingkar barat Cikareo dan berakhir di muara Sungai Cimanuk di bendungan Jatigede atau tugu pertigaan Wado.

Wisata Arung Jeram Pangcalikan

Wisata arung jeram Pangcalikan terletak di Desa Citepok dan menggunakan aliran Sungai Cipeles. Bisa dikatakan arung jeram ini berada di sebelah hilir dari arung jeram Cipeles. Keunggulan arung jeram Pangcalikan ini adalah kondisi jalur pengarungannya. Untuk gradenya sendiri termasuk grade 2 sehingga cocok bagi pemula.

Keunggulan Pangcalikan ini yaitu di beberapa kawasan jalur arung jeram Pangcalikan diapit oleh dua tebing batu. Di atasnya, terdapat pepohonan rimbun yang batangannya menutupi tebing dan permukaan sungai. Dan di musim kemarau air sungai menjadi jernih sehingga menambah keindahan kawasan sungai Cipeles ini. Daerah ini seringkali dinamakan dengan Green Canyon.

Jadi jika menginginkan suasana arung jeram yang lebih sejuk di bawah rindangnya pepohonan, bisa menggunakan wahana Pangcalikan ini walau tidak sepanjang pengarungan. Jarak tempuh pengarungannya sendiri sekitar empat kilometer.

Body Rafting Cihonje

Ingin mencoba arung jeram mini di aliran sungai yang kecil, bisa menggunakan wahana body rafting. Lokasi yang biasa digunakan untuk kegiatan body rafting ini adalah aliran Sungai Cihonje yang terletak di kawasan Desa Citengah dan Desa Cipancar.

Berbeda dengan arung jeram yang biasanya menggunakan perahu karet, body rafting cukup menggunakan ban dalam mobil bekas. Ban dalam mobil yang muat untuk satu orang ini bisa ditumpangi pengunjung di aliran Sungai Cihonje untuk kemudian bergerak mengikuti aliran air sungai. Karena hanya menaiki ban dalam bekas, untuk bisa mengarungi wisata body rafting ini tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar serta tidak ada batasan jumlah yang mengikutinya. Ini berbeda dengan wisata arung jeram yang mengharuskan minimal 5 sampai 10 orang per kegiatan.

Body rafting bisa dilaksanakan secara perorangan atau berkelompok. Jarak tempuh yang biasa dilalui sekitar 1 km atau lebih. Jadi jaraknya tidak terlalu jauh sebagaimana wisata arung jeram. Keseruan bermain air pada kegiatan body rafting ini karena kondisi aliran sungainya yang tidak terlalu besar dan banyaknya bebatuan yang mempengaruhi aliran air sungai. Sehingga jalur body raftingnya bisa berbelok belok, kadang membentur batu, kadang harus didorong untuk bisa maju.

Belum lagi pemandangan alam sekitar lokasi aliran sungai yang digunakan untuk kegiatan body rafting. Pemandangan sekitarnya menampilkan hamparan pesawahan yang menghijau atau menguning ketika menjelang panen.

Sharing

Komentar