Ayo! Liburan ke Sumedang - 6 Tujuan Wisata Air Terjun

Menyukai : 0 Orang   Suka
Tinjauan : 364 Kali

Seri pertama tentang liburan ke Sumedang ini membahas beberapa potensi wisata yang berada di wilayah Kabupaten Sumedang yang termasuk jenis wisata air terjun atau curug. Namun air terjun yang disajikan di sini masih terbatas pada air terjun yang sudah menjadi tujuan wisata bagi keumuman masyarakat dan namanya sudah dikenal di kalangan umum.

Curug Sindulang

Curug ini dikenal juga dengan nama Curug Cinulang dan sudah terkenal di wilayah Jawa Barat, dengan ketinggiannya mencapai 50 meter. Air terjunnya bertipa ganda dengan adanya curug kembar berdampingan. Air terjun ini berada di aliran Sungai Citarik yang memiliki hulu di kawasan Gunung Kareumbi dengan jumlah mata air mencapai 24 buah.

Keadaan alam sekitar Curug Sindulang menyajikan pemandangan yang alami. Sehingga menambah daya tarik bagi pengunjung. Ditambah lagi dengan udara yang masih alami serta suara air curug yang terjun bebas di atas bebatuan.

Curug Sindulang ini terletak di perbatasan Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Bandung. Secara administratif Curug Sindulang terletak di Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Curug Sindulang bisa diakses menggunakan berbagai jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Jalur masuk yang bisa digunakan dari arah Cicalengka, dari jalur jalan utama Bandung-Garut. Jalur masuknya di persimpangan Desa Cikopo ke arah utara. Perjalanan menuju Curug Sindulang melewati kawasan yang masih asri dan berbelok-belok.

Tarif masuk ke kawasan Curug Sindulang ini sekitar Rp 3.000 sampai dengan Rp 5.000. Bagi yang membawa kendaraan tersedia lahan parkir dengan tarif Rp 2.000 sampai dengan Rp 5.000. Di kawasan Curug Sindulang terdapat beberapa fasilitas penunjang seperti toilet warung penjaja makanan dan minuman serta asesoris.

Curug Cigorobog

Curug ini terdapat di aliran Sungai Cihonje di kawasan hutan Desa Citengah. Curug ini memiliki beberapa turunan air atau undakan dengan ketinggian air terjunnya sekitar 40 meter. Setidaknya ada tiga buah undakan, dimana di tiap undakannya ada teras air yang bisa digunakan untuk bermain-main atau berendam.

Aliran air di Curug Cigorobog ini tidak terlalu deras, namun sangat sejuk dan jernih. Pengunjung yang berendam di aliran air Curug Cigorobog ini akan merasakan kesejukan air yang alami. Di bagian bawahnya terdapat aliran sungai kecil yang bisa digunakan sebagai tempat anak-anak bermain. Sehingga Curug Cigorobog ini sangat cocok digunakan sebagai tempat wisata keluarga.

Untuk mengunjungi wisata Curug Cigorobog ini bisa menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Akses masuknya dari Alun-alun Sumedang ke arah timur kemudian ke arah selatan menuju kawasan Desa Citengah. Dari Desa Citengah dilanjutkan ke arah perkebunan teh Margawindu. Sebelum memasuki kawasan perkebunan teh Margawindu, terdapat gerbang di sebelah kiri jalan yang menunjukkan lokasi Curug Cigorobog. Dari sini dilanjut dengan menyusuri jalan kecil. Untuk kendaraan bisa diparkir di tempat parkir dekat pintu gerbang.

Untuk memasuki kawasan wisata Curug Cigorobog ini, pengunjung hanya membayar tiket masuk Rp 3.000 saja.

Curug Sabuk

Bagi pengunjung air terjun yang menyukai petualangan, Curug Sabuk sangat cocok dijadikan destinasinya. Karena lokasi curug ini berada di kawasan hutan Gunung Kareumbi, tepatnya di sebelah timur lautnya dan termasuk di wilayah Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan. Curug Sabuk terdiri beberapa buah air terjun yang berbeda baik debit airnya maupun ketinggiannya. Setidaknya ada empat air terjun, dengan dua curug besar yang memiliki ketinggian sekitar 60 meter yang berdampingan. Air yang mengalir dari atas air terjun ini cukup bersih dan jernih serta dingin dan menyegarkan.

Untuk mengunjungi Curug Sabuk, pengunjung harus melewati berbagai jenis medan alam, seperti kawasan pesawahan, hutan pinus, kebun salak, menyeberangi sungai dengan kontur jalan yang menanjak dan menurun. Dengan jenis medan seperti ini, tidak ada jalan lain untuk bisa mengaksesnya kecuali dengan cara jalan kaki. Walau medan jalan yang harus dilaluinya cukup menantang, namun suasana alam sepanjang perjalanan akan menjumpai berbagai pemandangan alam yang masih asri. Di kawasan hutannya pun pengunjung bisa bertemu dengan lutung, monyet dan kucing hutan.

Akses ke Curug Sabuk ini bisa menggunakan jalur Kawasan Agroteknobisnis Nangorak (KAS). Dari sini menuju ke arah barat laut menyusuri pinggiran pesawahan disambung jalan setapak. Sementara jalur lainnya bisa masuk dari kawasan Kampung Toga ke arah selatan Darmaga, Kukulu dan masuk dari Cikubang.

Untuk berwisata ke Curug Sabuk ini tidak dikenakan tarif masuk, karena memang masih bebas dan tidak ada pengelolanya.

Curug Buud

Curug ini merupakan air terjun yang tidak terlalu tinggi, sekitar 5 meter. Namun memiliki lebar yang cukup panjang sekitar 35 meter. Hal ini tidak terlalu mengherankan karena berada di pertemuan antara dua sungai: Sungai Cipicung dan Sungai Cikandung.

Pada musim hujan, aliran air terjunnya akan semakin indah karena seluruh tebingnya akan tertutup oleh curahan air terjun yang besar. Kondisi ini mirip dengan air terjun Niagara. Air terjun ini banyak dikunjungi oleh kalangan anak mudah untuk berswafoto atau selfie. 

Lokasi air terjun ini tidak terlalu jauh dari jalan raya di Desa Sukatani Kecamatan Tanjungmedar. Pengunjung bisa memarkir kendaraannya di pintu masuk ke kawasan ini dilanjut jalan kaki. Karena belum dikelola dengan benar, belum ada fasilitas penunjang yang bisa dimanfaatkan pengunjung.

Pengunjung yang data ke Curug Buud hanya dikenakan tarif Rp 2.000 per orang. Untuk biaya parkir kendaraanya Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

Curug Ciputrawangi/Narimbang

Curug Ciputrawangi atau Curug Narimbang terletak di Desa Narimbang. Curug ini terletak di bagian timur kaki Gunung Tampomas dan masih berada di kawasan TWA (Taman Wisata Alam) Gunung Tampomas. Karena berada di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tampomas, tidak mengherankan jika sewaktu-waktu ada hewan liar yang terlihat di kawasan curug ini seperti monyet, landak dan babi hutan.

Curug ini bisa diakses dari Desa Narimbang ka arah utara.

Curug Cipongkor

Curug Cipongkor terletak di kawasan Desa Ciherang. Curug ini termasuk curug tipe tunggal dengan aliran air yang tidak terlalu besar namun cukup tinggi. Curug ini cukup tersembunyi karena berada di sebuah ceruk tebing batu cadas yang menjulang tinggi. Di depan curug ini terhampar pesawahan berundak-undak.

Untuk mengaksesnya hanya bisa dengan cara jalan kaki menyusuri jalanan kecil (jalan setapak) yang biasa digunakan oleh penduduk untuk pergi ke sawah. Jalan ini bersambung dengan pematang sawah serta saluran air yang digunakan untuk mengairi sawah penduduk. Akses masuknya dari jalan Raya Bandung-Sumedang, tepatnya di dekat SPBU Ciherang. Dari sini menyeberang jalan dan masuk ke perkampungan melalui jalan kecil menanjak.

Sharing

Komentar