Sumedang Simpati

Latar Belakang

Pembangunan Daerah tidak terlepas dari kerangka kebijakan pembangunan daerah, dimana suatu daerah sangat tergantung pada permasalahan dan karakteristik wilayahnya. Potensi yang dimiliki oleh suatu wilayah relatif berbeda dengan potensi yang dimiliki oleh wilayah lain.

Visi, misi, strategi dan program Kabupaten Sumedang 2018 - 2024 memperhatikan

  • Harapan Masyarakat
  • Perilaku Indikator Makro Ekonomi Daerah

Harapan Masyarakat

Survey harapan masyarakat Kabupaten Sumedang

Perilaku Indikator Makro Ekonomi Daerah

Rendahnya Pertumbuhan Ekonomi


Infrastruktur Belum Optimal

Hubungan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) dengan penciptaan lapangan kerja, pengurangan tingkat kemiskinan, dan pemerataan pendapatan bahwa di Kabupaten Sumedang belum membawa dampak signifikan bagi pengingkatan kesempatan kerja dan pengurangan tingkat kemiskinan.

Hal ini disebabkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumedang belum bisa membuat distribusi pendapatan semakin merata. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hingga saat ini pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumedang belum bersifat inklusi (pertumbuhan yang memberikan perbaikan kondisi pada seluruh golongan masyarakat)

Isu-isu Strategis

Pilihan-pilihan kebijakan yang mendasar yang diperlukan atau tantangan yang kritis yang harus dihadapi untuk menuju kondisi terbaik yang diinginkan

  1. Laju pertumbuhan ekonomi meningkat, namun kemiskinan dan pengangguran bertambah.
  2. Menyempitnya lahan pertanian sebagai sektor utama penyumbang PDRB.
  3. Pengingkatan investor, namun tidak diimbangi dengan penyerapan tenagga kerja daerah.
  4. Masih tingginya beban biaya pendidikan bagi masyarakat.
  5. Masih lemahnya fungsi layanan publik sebagai sasaran sekaligus subjek pembangunan.
  6. Belum optimalnya pengelolaan sumber-sumber pemasukan dan pendapatan asli daerah.
  7. Rendahnya kinerja pemerintah (EKPPD maupun EKPOD) dan ASN (SAKIP maupun LAKIP).
  8. Tidak jelasnya arah dan orientasi pengembangan wilayah diantara megaproyek infrastruktur nasional maupun regional (Cisumdawu, Cipali, BIJB dan Jalur Kereta Api Cepat).
  9. Semakin menipisnya nilai-nilai gotong royong sebagai daya ungkit pembangunan.
  10. Masih lemahnya pengembangan sistem pembinaan dan pengembangan keunikan budaya dan keunggulan lokal.
  11. Belum optimal dan sistemiknya sistem pendidikan agama dan keagamaan.
  12. Lemahnya pengembangan dan pertumbuhan pembangunan pada kawasan perbatasan.
  13. Belum optimalnya penggalian potensi sumber daya alam dan pemanfaatan bagi peningkatan pendapatan asli daerah.

Visi

Analisis terhadap faktor Penentu Visi

Menetapkan Visi dalam tahapan keempat Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Sumedang 2018-2023

Terwujudnya Masyarakat Sumedang yang Sejahtera, Agamis, Maju, Profesional, dan Kreatif (SIMPATI) pada tahun 2023. Sejahtera Masyarakatnya, Agamis Akhlaqnya, Maju Daerahnya, Profesional Aparaturnya dan Kreatif Ekonominya

Sejahtera

Kondisi masyarakat Kabupaten Sumedang yang secara lahir batin mendapatkan rasa aman, nyaman dan tentram dalam menjalani kehidupan, yang ditandai dengan meningkatnya pelayanan dasar mencakup sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, sarana ekonomi yang inklusif bagi masyarakat, dan meningkatnya perlindungan, produktivitas dan pemenuhan hak dasar bagi masyarakat

Agamis

Sikap dan perilaku hidup masyarakat Kabupaten Sumedang yang mencerminkan dan merefleksikan nilai-nilai agama yang diyakininya. Ditandai dengan banyaknya kegiatan keagamaan, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan keagamaan, dan tidak adanya konflik antar penganut agama (internal dan eksternal). Berfungsinya lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan sebagai agen perubahan sosial dalam masyarakat dan mengurangi dampak negatif ekstrimisme, berkembang dan meningkatkan kepasitas serta kualitas lembaga sosial keagamaan; serta aktualisasu nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermsyarakat, berbangsa dan bernegara

Maju

Kemampuan masyarakat Kabupaten Sumedang dalam mendayagunakan pikiran dan sumber daya yang ada di sekelilingnya, ditandai dengan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (kapasitas fiskal), meningkatnya kerja sama antara pemerintah, swasta dan akademisi, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan meningkatnya indeks adaptasi teknologi, tertatanya kawasan serta terbukanya kebijakan shareholding pemerintah dan investor dalam pengelolaan sumber daya alam sehingga dapat mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, dan keistimewaan suatu daerah

Profesional

Good governance dapat didefinisikan sebagai penyelenggaraan pemerintahan secara partisipatif, efektif, jujur, adil, transparan dna bertanggung jawab kepada semua level pemerintahan. Upaya untuk mewujudkan good governance memerlukan unsur profesionalisme dari aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan publik. Profesionalisme di sini lebih menekan kepada kemampuan, keterampilan dan keahlian aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang responsif, transparansi, efektivitas dan efisien. Ditandai dengan meningkatnya kapasitas aparatur pemerintah dalam perencanaan, pelaksanaan dan monitoring pembangunan, pengelolaan keuangan serta pelayanan publik melalui fasilitasi, pelatihan dan pendampingan

Kreatif

Masyarakat yang memiliki dorongan bekerja untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik secara berkesinambungan, mampu bersaing serta mampu bertahan dalam segala kondisi. Dengan membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, maka proses pembangunan akan menyebar ke wilayah sekitarnya. Kutub-kutub pertumbuhan itu akan berimbas (trickle down effect) pada wilayah atau daerah sekitarnya secara otomatis. Namun demikian trickle down effect itu hanya akan terjadi dan berlangsung optimal manakala sektor-sektor yang dikembangkan dirancang sedemikian rupa sesuai dengan potensi ekonomi dan sosial di wilayah bersangkutan. Oleh karena itu, perlu disertai dengan kesiapan tenaga-tenaga terampil dalam meningkatkan daya saing daerah. Pada aspek lainnya tumbuh dan berkembangnya sektor kewirausahaan sebagai mainstream dinamika perekonomian masyarakat Kabupaten Sumedang

Misi

1. Memenuhi Kebutuhan Dasar secara Mudah dan Terjangkau untuk Kesejahteraan Masyarakat

Perluasan pemenuhan hak dan kebutuhan dasar perlu menjadi perhatian untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan akses pendidikan, kesehatan dan fasilitas publik. Percepatan pembangunan untuk sejumlah kebutuhan dasar masyarakat mendesak pelaksanaan pembangunannya. Peran serta masyarakat dan swasta dalam kegiatan pembangunan dan penyelenggaraan kebutuhan dasar mutlak diperlukan dalam mengantisipasi keterbatasan anggaran pemerintah. Kebijakan pemerintah, pusat dan daerah, diarahkan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, yang pada jangka panjang dapat menunjang pendanaan Pemerintah Pusat. Dalam fungsi ini pemerintah harus memberikan ruang yang cukup bagi masyarakat, sehingga dengan demikian partisipasi masyarakat di daerah dapat ditingkatkan, baik dalam peraturan maupun dalam tindakan nyata pemerintah

2. Menguatkan Norma Agama dalam Tatanan Kehidupan Sosial Masyarakat dan Pemerintahan

Setiap manusia mendambakan kehidupa harmonis, tentram, dan damai dalam hidupnya. Di sinilah norma-norma memegang peranan penting untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya adalah norma agama. Norma agama merupakan aturan atau kaidah yang berfungsi sebagai petunjuk, pedoman dan lampu penerang manusia dalam menjalani kehidupannya. Aturan atau petunjuk hidup ini sifatnya pasti dan tak ada keraguan karena merupakan 'anugearh' langsung dari Tuhan YME. Norma agama dapat kita katakan sebagai bentuk kasih sayang Tuhan terhadap manusia, agar manusia dapat selamat dalam menjalani kehidupannya di dunia hingga menuju akhirat nanti.

Ajaran agama membentuk penganutnya makin peka terhadap masalah-masalah sosial seperti kemaksiatan, kemiskinan, keadilan, kesejahteraan dan kemanusiaan. Kepekaan ini juga mendorong untuk tidak bisa berdiam diri menyaksikan kebatilan yang merasuki sistem kehidupan yang ada. Seharusnya agama menjadi agen perubahan basis-basis nilai dan moral bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Norma agama menopang dan mendorong fungsi pembaharuan untuk mengajak umat beragama bekerja produktif dan inovatif.

3. Mengembangkan Wilayah Ekonomi Didukung dengan Peningkatan Infrastruktur dan Daya Dukung Lingkungan serta Penguatan Budaya dan Kearifan Lokal

Sumedang akan maju jika seluruh daerahnya mampu memaksimalkan potensi yang ada. Keberagaman baik dari segi sumber daya alam maupun sosial dan budaya merupakan sebuah modal competitive advantages bagi Kabupaten Sumedang untuk bangkit. Setiap daerah/wilayah pada umumnya memiliki potensi produk yang bisa diangkat dan dikembangkan. Perekonomian masyarakat akan bangkit menjadi perekonomian yang kuat, tangguh dan terhormat jika indeks daya saing berada pada tingkat yang tinggi. Membangun perekonomian yang berdaya saing tidak semudah membalik tangan, melain harus ditunjang dengan basis industri yang mantap dan tangguh, mengandalkan teknologi tinggi sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang memadai.

Pembangunan ekonomi ini pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya transformasi struktural, yaitu proses pergeseran pertumbuhan sektor-sektor produksi dari yang semula mengandalkan sektor primer (industri) kemudian sektor jasa. Industrialisasi dianggap mampu meningkatkan kemakmuran suatu daerah secara lebih cepat dibandingkan dengan strategi lain

4. Menata Birokrasi Pemerintah yang Responsif dan Bertanggung Jawab secara Profesional dalam Pelayanan Masyarakat

Era baru sistem pemerintahan menginginkan transparansi, keterbukaan informasi publik

Dengan pemerintah terbuka dan profesional akan mampu mendorong partisipasi masyarakat untuk terlibat dari proses pengambilan kebijakan publik sampai dengan membuka ruang yang lebih lebar bagi pengawasan-pengawasan publik.

Sistem pemerintahan berbasis Information dan Communication Technology (ICT) memungkinkan rakyat untuk berinteraksi dengan birokrasi pemerintahan dengan cara cepat dan tepat. Komunikasi dan konsultasi publik bisa dilakukan secara sistematik melalui kanal-kanal media komunikasi virtual

Demikian pula interaksi dengan rakyat bisa dilakukan tanpa harus terhalang oleh jarak dan dengan rentang waktu yang lebih cepat. Masyarakat bisa menyampaikan masukan, kritik maupun keluhannya terhadap pelayanan publik secara langsung dengan menggunakan teknologi informasi. Karena birokrasi publik dibentuk dan diadakan untuk melayani masyarakat, sudah seharusnya birokrasi publik lebih banyak berpikir dan bertindak untuk kepentingan masyarakat

5. Mengembangkan Sarana Prasarana dan Sistem Perekonomian yang Mendukung Kreativitas dan Inovasi Masyarakat Kabupaten Sumedang

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu daerah untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di daerah tersebut

Kewirausahaan merujuk pada sifat, watak dan ciri-ciri yang melekat pada individu yang mempunyai kemauan keras untuk mewujudkan dan mengembangkan gagasan kreatif dan inovatif yang dimiliki ke dalam kegiatan yang bernilai. Jiwa dan sikap kewirausahaan tidak hanya dimiliki oleh wirausahawan, melainkan pula setiap orang yang berpikir kreatif dan bertindak inovatif. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari dan memanfaatkan peluang menuju sukses.

Menjadi wirausahawan berarti memiliki kemauan dan kemampuan menemukan dan mengevaluasi peluang, mengumpulkan sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari peluang itu

Kebijakan dan Program

Misi 1: Sejahtera
Kebijakan: Pemerataan Sarana Prasarana dan Aksesibilitas Layanan Dasar
Program
Misi 2: Agamis
Kebijakan: Perumusan Nilai dan Etika Keagamaan dalam Interaksi Sosial Kemasyarakatan dan Sistem Tata Kelola Pemerintahan
Program
Misi 3: Maju
Kebijakan: Peningkatan Sarana dan Prasarana serta Penerapan Insentif dan Disinsentif dalam Pengembangan Wilayah Ekonomi Baru
Program
Misi 4: Profesional
Kebijakan: Penerapan Information and Communication Technology (ICT) dalam Berbagai Layanan Data dan Informasi
Program
Misi 5: Kreatif
Kebijakan: Meningkatkan Infrastruktur Pendukung Kreativitas dan Inovasi Masyarakat
Program

Program Unggulan

  1. Mewujudkan nilai-nilai agama pada tatanan sosial masyarakat dan pemerintahan dalam perilaku kehidupan.
  2. Terbentuknya rumah besar penanganan fakir miskin/lansia serta peningkatan layanan kesehatan sampai ke tingkat desa dengan optimalisasi peran Pemerintahan Desa, RT/RW, DKM dan Pontren.
  3. Terselenggaranya pendidikan gratis berbasis pengembangan pendidikan kreatif mencerdaskan dan optimalisasi kawasan pendidikan Jatinangor untuk mewujudkan Sumedang terdepan dalam IPTEK.
  4. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan ruang aktivitas publik berbasis budaya dan kearifan lokal antara lain: alun-alun, taman kota dan pacuan kuda, menuju Sumedang kota BULUDRU
  5. Mengkonsolidasi fiskal daerah, provinsi dan pusat dengan fokus perbaikan dan pengembangan infrastruktur koneksitas antara lain: pembangunan jalan lingkar selatan, poros Sukasari-Lembang, lingkar Palasari dan titik terluar/daerah perbatasan, serta membangun dan memperbaiki jaringan irigasi guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja & peningkatan daya beli masyarakat.
  6. Terselenggaranya festival dan gelaran seni budaya tercatat pada kalender tahunan Event Visit Wonderfull Indonesia dengan menjadikan SRIMANGANTI sebagai ikon kebudayaan dan daya tarik pariwisata Sumedang.
  7. Fasilitasi sarana produksi pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan para petani/buruh tani dan perluasan kesempatan kerja, pelatihan kerja serta sertifikasi keahlian sesuai kebutuhan lapangan kerja (BIJB, Tol Cisumdawu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Jatigede, Kawasan Industri Buahdua, Ujungjaya, Tomo (BUTTOM)).
  8. Memberikan kepastian karir dan pengembangan Aparatur Sipil Negara berbasis kompetensi dan kinerja serta pemberian insentif guru ngaji, ta'mir mesjid, peningkatan tunjangan operasional RT/RW, guru honorer dan pegawai non PNS lainnya.
  9. Membangun Sumedang Preneurship berbasis profesionalitas dan kreativitas Gerakan Wirausaha Muda (GARUDA) melalui rumah kreatif berkonsep komunikasi, informasi dan edupreneurship edngan fasilitas WIFI gratis dan pemberian modal bagi udaha kecil

Program 100 Hari

Misi 1: Sejahtera
Soft Launching Aplikasi Literasi Sosial dan Perdesaan Kabupaten Sumedang (eSumedang)
  • Sebuah platform digital untuk menyiapkan database dalam rangka pembangunan rumah besar penanganan masalah sosial. Aplikasi ini terintegrasi juga dengan perpustakaan digital, data digital perdesaan dan literasi sosial digital lainnya.

  • Dikembangkan melalui skema Corporate Share Values (CSV) dan Private Public Partnership (PPP). Pembangunan aplikasi penyediaan dan infrastruktur teknologi disiapkan swasta (Aksaramaya)

  • Terbangunnya 1 (satu) aplikasi dan tersajinya data dasar permasalahan sosial secara digital yang terintegrasi dengan perpustakaan digital, serta literasi digital lainnya (minimal mencakup 50% desa dari 26 kecamatan)

  • Leading Sector: Setda, Dinas Kominfo, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan BPMD

    Waktu: 3 Bulan

Studi Kelayakan Kawasan Perkotaan Jatinangor
  • Melanjutkan studi kelayakan pembangunan kawasan perkotaan Jatinangor dalam wilayah Kabupaten Sumedang sesuai dengan PP 34 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Kawasan Perkotaan

  • Dikembangkan melalui skema Corporate Share Values (CSV) dan Corporate Social Responsibility (CSR). Teknis pelaksanaan dilakukan oleh Perguruan Tinggi (IPDN, UNPAD dan ITB)

  • Tersedianya 1 (satu) paket dokumen naskah akademik pembangunan kawasan perkotaan Jatinangor

  • Leading Sector: Setda dan Bappeda

    Waktu: 3 Bulan

Pemasangan WIFI di Sekolah dan Tempat Strategis Lainnya
  • Kegiatan ini untuk memberikan akses jaringan internet kepada anak sekolah dan warga masyarakat, sehingga lebih mudah berinteraksi secara digital

  • Dikembangkan melalui skema Private Public Partnership (PPP) dan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan PT. Telkom

  • Tersedianya jaringan internet (WIFI) di 26 sekolah percontohan dan 26 tempat strategis di 26 kecamatan

  • Leading Sector: Setda, Bappeda dan Dinas Kominfo

    Waktu: 3 Bulan

Misi 2: Agamis
Gerakan Maghrib Mengaji
  • Menetapkan, mensosialisasikan dan mendiseminasikan kegiatan mengaji pada saat maghrib bagi anak sekolah dan keluarga di Kabupaten Sumedang

  • Dikembangkan melalui skema partisipasi masyarakat dan dunia usaha

  • Terlaksananya kegiatan sosialisasi dan diseminasi Gerakan Maghrib Mengaji di seluruh sekolah, di 280 desa dan 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang

  • Leading Sector: Setda, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama

    Waktu: 3 Bulan

Gerakan Jum'at Berkah
  • Pimpinan wilayah secara berjenjang (kabupaten/kecamatan/desa) melaksanakan sholat Jumat di tengah-tengah masyarakat, sekaligus bersilaturahmi, melaksanakan gerakan kebersihan serta mendengar aspirasi masyarakat

  • Dikembangkan melalui skema partisipasi masyarakat dan dunia usaha

  • Terlaksananya gerakan Jum'at Berkah di semua jenjang pemerintahan di 26 kecamatan se-Kabupaten Sumedang

  • Leading Sector: Setda, Sekretariat DPRD dan Dinas Lingkungan Hidup

    Waktu: 3 Bulan

Misi 3: Maju
Penataan Taman Kota dan Perbatasan
  • Taman-taman yang berada di seputaran kota dan wilayah perbatasan ditata dan dikelola dengan baik, sehingga menjadi jendela indah Kabupaten Sumedang

  • Dikembangkan melalui skema Private Public Partnership (PPP) dan Corporate Social Responsibility (CSR)

  • Tertata dan terkelolanya beberapa taman kota (4 taman) dan taman perbatasan (2 taman) di Kabupaten Sumedang

  • Leading Sector: Setda, Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan dan BUMD

    Waktu: 3 Bulan

Soft Launching Penataan Alun-alun Sumedang
  • Alun-alun Sumedang didesain untuk dijadikan pusat taman kota utama dan pusat kebahagiaan masyarakat Sumedang. Redesain akan dibantu langsung oleh Kang Emil

  • Dikembangkan melalui skema Private Public Partnership (PPP) dan Corporate Social Responsibility (CSR)

  • Tersusunnya 1 (satu) paket desain dan rencana detail penataan alun-alun Sumedang

  • Leading Sector: Setda, Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Disbudparpora dan BUMD

    Waktu: 3 Bulan

Festival Seni Budaya Pajajaran (Gerakan Rabu Nyunda)
  • Kegiatan untuk menampilkan berbagai potensi seni dan budaya dari Kabupaten Sumedang, serta berbagai daerah lainnya di Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, Sumedang menegaskan kembali eksistensinya sebagai Puseur Budaya Sumedang. Pada kesempatan ini juga diluncurkan gerakan Rabu Nyunda sebagai hari untuk melestarikan budaya Sunda (misalnya dengan berbahasa dan berpakaian Sunda)

  • Dikembangkan melalui skema Private Public Partnership (PPP) dan Corporate Social Responsibility (CSR)

  • Tereksplorasinya ragam seni budaya Sumedang dan Jawa Barat, serta terlaksananya gerakan Rabu Nyunda di jajaran Pemerintah Kabupaten Sumedang

  • Leading Sector: Setda, Disbudparpora, Dinas Pendidikan dan BUMD

    Waktu: 3 Bulan

Misi 4: Profesional
Assessment dan Pemetaan Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kabupaten Sumedang
  • Kegiatan ini dilaksanakan untuk meriviu potensi ASN di lingkungan Pemda Kabupaten Sumedang, baik terkait kualifikasi, kompetensi maupun kinerjanya. Setelah data potensinya teridentifikasi, selanjutnya dipetakan dan diberikan rekomendasi treatment yang tepat untuk dilakukan pembinaan dan pengembangan lebih lanjut

  • Dikembangkan melalui skema pendampingan dengan BKN dan Kementerian PANRB dan Corporate Share Values dengan Perguruan Tinggi (UNPAD)

  • Tersedianya 1 (satu) paket data hasil assessment serta peta rencana tindak lanjut pembinaan dan pengembangan untuk seluruh PTT Pratama dan Administrator

  • Leading Sector: Setda dan BKD

    Waktu: 1 Bulan

Pembangunan Zona Integritas (Gerakan Senin Berintergritas)
  • Pembangunan Zona Integritas ini dilakukan untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan akuntabel, efektif dan efisien serta memiliki pelayanan publik yang berkualitas di tingkat unit kerja

  • Dikembangkan melalui skema pendampingan dengan Kementerian PANRB

  • Terlaksananya perencanaan pembangunan Zona Integritas di seluruh SKPD se-Kabupaten Sumedang, serta terlaksananya gerakan Senin Berintegritas

  • Leading Sector: Setda dan Inspektorat

    Waktu: 3 Bulan

Optimalisasi Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)
  • Optimalisasi penerapan SAKIP dilakukan dengan merevitalisasi kembali perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, evaluasi kinerja, pelaporan kinerja dan hasil kinerja di jajaran Pemerintah Kabupaten Sumedang

  • Dikembangkan melalui skema pendampingan dengan Kementerian PANRB

  • Terbangunnya mindset ASN yang berorientasi hasil, serta tersedianya 1 (satu) paket data dasar sebagai evidence bagi evaluasi SAKIP

  • Leading Sector: Setda

    Waktu: 3 Bulan

Grand Design dan Road Map Pengembangan e-Government Kabupaten Sumedang
  • Kegiatan ini dilakukan untuk menyusun rencana strategis dan rencana aksi pengembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik di Kabupaten Sumedang

  • Dikembangkan melalui skema pendampingan dengan Kementerian PANRB dan Kementerian Kominfo, serta CSV dengan Perguruan Tinggi (ITB dan UNSAP)

  • Tersusunnya dokumen Grand Design dan Road Map e-Government Kabupaten Sumedang

  • Leading Sector: Setda, Bappeda dan Dinas Kominfo

    Waktu: 3 Bulan

RPJMD Kabupaten Sumedang 2018-2023
  • Merupakan dokumen rencana strategis pembangunan Kabupaten Sumedang untuk lima tahun ke depan

  • Dikembangkan melalui skema pendampingan dari Bappenas dan Bappeda Provinsi Jawa Barat

  • Tersusunnya konsep dokumen RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2018-2023

  • Leading Sector: Setda dan Bappeda

    Waktu: 3 Bulan

Misi 5: Kreatif
Gerakan Wirausaha Muda Sumedang (Garuda Sumedang)
  • Kegiatan ini dilakukan melalui identifikasi potensi wirausaha muda, pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, proses pemagangan serta itermediasi dengan perbankan

  • Dikembangkan melalui skema Private Public Partnership (PPP), Corporate Social Responsibility (CSR) dan CSV dengan Perguruan Tinggi (UNPAD, IKOPIN dan UNSAP)

  • Tercetaknya 260 wirausaha muda berjejaring yang siap berwirausaha dan berkompetisi di pasar regional

  • Leading Sector: Setda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan BUMD

    Waktu: 3 Bulan

Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif Jatigede (Gerakan Minggu Kreatif)
  • Membangun role model destinasi wisata kreatif fi Jatigede yang bisa dijadikan pengungkit untuk pengembangan usaha ekonomi kreatif secara keseluruhan di kawasan Jatigede. Pada kesempatan tersebut sekaligus diluncurkan Gerakan Minggu Kreatif agar warga masyarakat memanfaatkan hari minggu dengan berbagai kegiatan kreatif produktif

  • Dikembangkan melalui skema Private Public Partnership (PPP), Corporate Social Responsibility (CSR) dan partisipasi masyarakat

  • Adanya 1 (satu) role model destinasi wisata kreatif yang siap direplikasi ke daerah lainnya di kawasan Jatigede, serta terlaksananya gerakan Minggu Kreatif di Kabupaten Sumedang

  • Leading Sector: Setda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Disbudparpora dan BUMD

    Waktu: 3 Bulan

Iklan Sumedang