Update Covid-19 Sumedang, 26 Mei 2020

Insentif untuk tenaga kesehatan dan medis yang berada di garda terdepan untuk melawan Covid-19 di Kabupaten Sumedang saat ini sudah dapat direalisasikan. Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sumedang Asep Tatang Sujana saat memberikan pernyataan dalam siaran pers perkembangan Covid-19, di Gedung IPP, Selasa, (26/5/2020).

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Rumah Sakit Umum Sumedang sebesar Rp 74.705.000,- untuk kegiatan Isolasi Wisma Simpati di Islamic Centre yang bersumber dari dana Biaya Tidak Terduga (BTT).
  • Rumah Sakit Umum Sumedang sebesar Rp. 1.799.974.000,- untuk kegiatan tenaga pelayanan Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit dengan sumber dana dari BLUD RSU melalui Refocusing.
  • Dinas Kesehatan sebesar Rp 3,5 Milyar untuk pembayaran insentif selama 2 bulan (April dan Mei) dengan peruntukan bagi 35 UPTD Puskesmas, UPTD Labkesda dan UPTD Gudang Farmasi serta Dinas Kesehatan terkait pandemi Covid-19.

Selanjutnya, perlu kami informasikan pula keadaan masyarakat kabupaten Sumedang, bahwa pasien atas nama Ny. Ariyanti yang meninggal pada tanggal 16 Mei 2020 beralamat di Dusun Cibala Desa Sarimekar Kecamatan Jatinunggal dan dikebumikan menggunakan protokol Covid-19. Berdasarkan hasil tes SWAB yang keluar pada tanggal 21 Mei 2020 dinyatakan bahwa yang bersangkutan negatif Covid-19.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam atau ISPA tanpa pneumonia, jumlahnya sebanyak 21 orang, dinyatakan selesai menjalani masa pemantauan 939 orang, sehingga jumlah total sebanyak 960 orang.

Secara umum, total Orang Dalam Pemantauan (ODP) Reaktif dan Non Reaktif adalah sebanyak 23 orang.

Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah orang yang tidak memiliki gejala, tetapi pernah kontak erat dengan orang yang positif Covid-19, jumlahnya sebanyak 129 orang.

Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal 26 Mei 2020 adalah:

  • Selesai Rapid Test 3.123 orang dan
  • Selesai Rapid Test ulang 85 orang

Sementara itu, hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara masif dari tanggal 28 April 2020 sampai dengan 26 Mei 2020 dilakukan terhadap 1.530 orang dengan hasil sebanyak 1.501 orang negatif dan 29 orang reaktif.

Orang Dalam Risiko (ODR) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala apapun, jumlahnya sampai dengan tanggal 26 Mei 2020 sebanyak 4.476 orang. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 38 orang dari hari sebelumnya yang bersumlah 4.514 orang.

Berkaitan dengan perkembangan situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang, Selasa (26/5/2020) masih perlu lebih diwaspadai. Adapun perkembangan lengkapnya adalah sebagai berikut:

  1. Positif Covid-19, berdasarkan uji Polymerease Chain Reaction / SW AB, terdapat pasien positif sebanyak 9 orang, yang terdiri dari:
    • Kecamatan Jatinangor 2 orang
    • Kecamatan Cimanggung 1 orang
    • Kecamatan Buahdua 1 orang
    • Kecamatan Ujungjaya 2 orang
    • Kecamatan Tomo 1 orang
    • Kecamatan Ganeas 1 orang
    • Kecamatan Tanjungsari 1 Orang
    • Dari total 12 orang pasien terkonfirmasi positif SWAB. sebanyak 3 orang diantaranya telah selesai dan dinyatakan sembuh yaitu dari Kecamatan Darmaraja, Jatinangor dan Sumedang Selatan.
  2. Berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid Test, dinyatakan Reaktif Rapid Test sebanyak 4 orang, dimana kategori Reaktif Rapid Test ini dipilah menjadi ODP Reaktif dan PDP Reaktif, dengan data sebagai berikut:
    • ODP Reaktif Rapid Test yaitu Reaktif Rapid Test tapi tidak bergejala, jumlahnya sebanyak 2 orang, terdiri dari:
      • Kecamatan Paseh 1 orang
      • Kecamatan Wado 1 orang
    • PDP Reaktif Rapid Test yaitu Reaktif Rapid Test dengan gejala klinis pneumonia atau comorbid penyakit tertentu, jumlahnya sebanyak 2 orang, dari Kecamatan Cisitu.

Jumlah total Reaktif Rapid Test sebanyak 66 orang, 59 orang dinyatakan selesai dan 3 orang meninggal. Perlu diketahui dan dipahami bersama, bahwa hasil Rapid Test Reaktif belum tentu positif terpapar Covid-19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction/SWAB.

Perlu kami sampaikan pula, Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien Rapid Test Reaktif jumlahnya dipisahkan dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dengan tujuan agar tidak terjadi duplikasi data.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah orang yang dirawat dengan memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam, ISPA serta pneumonia maupun yang tidak bergejala, pada hari ini tidak ada PDP, dimana dari jumlah 51 orang, 50 orang dinyatakan selesai perawatan dan 1 orang meninggal. Secara umum jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Reaktif dan Non Reaktif adalah sebanyak 2 orang.

(Sumber: instagram @humas_sumedang)

Judul: Update Covid-19 Sumedang, 26 Mei 2020

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 30 Mei 2020

Sharing

Komentar

Warta Puseur Dayeuh Kabupaten Sumedang