Update Covid-19 Sumedang, 22 Mei 2020

Siaran pers perkembangan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang, Jumat 22 Mei 2020.

Perkembangan terkait situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang, pada hari ini Jumat tanggal 22 Mei 2020 pukul 16.00 WIB masih perlu lebih diwaspadai. Adapun perkembangan lengkapnya adalah sebagai berikut:

? Positif Covid-19

  1. Berdasarkan uji Polymerease Chain Reaction/SWAB, terdapat pasien positif sebanyak 9 orang, yang terdiri dari:
    • Kecamatan Jatinangor 3 orang
    • Kecamatan Cimanggung 1 orang
    • Kecamatan Buahdua 1 orang
    • Kecamatan Ujungjaya 2 orang
    • Kecamatan Tomo 1 orang
    • Kecamatan Ganeas 1 orang
    • Dari total 12 orang pasien terkonfirmasi positif SWAB, 3 orang diantaranya telah selesai dan dinyatakan sembuh yaitu dari Kecamatan Darmaraja, Jatinangor dan Sumedang Selatan.
  2. Berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid Test, dinyatakan Reaktif Rapid Test sebanyak 8 orang, dimana kategori Reaktif Rapid Test ini dipilah menjadi ODP Reaktif dan PDP Reaktif, dengan data sebagai berikut:
    • ODP Reaktif Rapid Test yaitu Reaktif Rapid Test tapi tidak bergejala, jumlahnya sebanyak 4 orang, terdiri dari:
      • Kecamatan Ujungjaya 1 orang
      • Kecamatan Paseh 1 orang
      • Kecamatan Wado 1 orang
      • Kecamatan Buahdua 1 orang
    • PDP Reaktif Rapid Test yaitu Reaktif Rapid Test dengan gejala klinis pneumonia atau comorbid penyakit tertentu, jumlahnya sebanyak 4 orang, terdiri dari:
      • Kecamatan Sumedang Selatan 1 orang
      • Kecamatan Cisitu 1 orang
      • Kecamatan Situraja 1 orang
      • Kecamatan Tanjungmedar 1 orang
      • Jumlah total Reaktif Rapid Test sebanyak 65 orang, sebanyak 54 orang dinyatakan selesai dan 3 orang meninggal. Perlu diketahui dan dipahami bersama, bahwa hasil Rapid Test Reaktif belum tentu positif terpapar Covid-19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction/SWAB. Serta perlu kami sampaikan pula kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang, bahwa pasien yang meninggal dengan status Reaktif Rapid Test, walaupun belum tentu positif Covid-19 namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol pemulasaraan pasien Covid-19, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat terpapar Covid-19 bila ternyata jenazah yang bersangkutan positif Covid-19.
  3. Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien Rapid Test Reaktif jumlahnya dipisahkan dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dengan tujuan agar tidak terjadi duplikasi data.

? Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah orang yang dirawat dengan memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam, ISPA serta pneumonia maupun yang tidak bergejala, pada hari ini tidak ada PDP, dimana dari jumlah 51 orang, 50 orang dinyatakan selesai perawatan dan 1 orang meninggal.

• Secara umum jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Reaktif dan Non Reaktif adalah sebanyak 4 orang.

? Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam atau ISPA tanpa pneumonia, jumlahnya sebanyak 21 orang, dinyatakan selesai menjalani masa pemantauan 932 orang, sehingga jumlah total sebanyak 953 orang.

• Secara umum, total Orang Dalam Pemantauan (ODP) Reaktif dan Non Reaktif adalah sebanyak 25 orang.

? Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah orang yang tidak memiliki gejala, tetapi pernahKontak erat dengan orang yang positif Covid-19, jumlahnya sebanyak 129 orang.

? Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal 22 Mei 2020 adalah:

  • Selesai Rapid Test 3.088 orang
  • Selesai Rapid Test ulang 85 orang

? Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh RSUD sampai dengan tanggal 21 Mei 2020 adalah sebanyak 1.263 orang dan selesai Rapid Test Ulang sebanyak 75 orang.

? Sementara itu, hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara masif dari tanggal 28 April 2020 sampai dengan 2 2 Mei 2020 dilakukan terhadap 1.495 orang dengan hasil sebanyak 1.467 orang negatif dan 28 orang reaktif.

? Orang Dalam Risiko (ODR) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala apapun, jumlahnya sebanyak 3.058 orang, jumlah ini mengalami kenaikan sebanyak 807 orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 2.251 orang.

(Sumber: instagram @humas_sumedang)

Judul: Update Covid-19 Sumedang, 22 Mei 2020

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 23 Mei 2020

Sharing

Komentar

Warta Puseur Dayeuh Kabupaten Sumedang