DPRD Setujui Pilkades Serentak pada 8 November 2020

Foto Profil Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin' Diterbitkan pada: 03 Agustus 2020
Gambar Tulisan

Akhirnya, penyelenggaraan pemilihan umum kepala desa (pilkades) serentak tahun 2020 di Kabupaten Sumedang menemukan titik terang. Ketika pandemi Covid-19 menerjang negara Indonesia, khususnya wilayah Kabupaten Sumedang, pemerintah Kabupaten Sumedang memutuskan untuk menghentikan proses pilkades serentak gelombang ketiga sampai waktu yang tidak ditentukan.

Dan ketika saat ini pandemi Covid-19 mulai mereda, pemerintah Kabupaten Sumedang dalam hal ini Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang membuat kesepakatan tentang rencana penyelenggaraan pilkades serentak tahun 2020. Pada Rapat Koordinasi Pilkades di Ruang Paripurna DPRD Sumedang yang dihadiri Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Kesbangpol dan Satpol PP, Komisi I akhirnya menyepakati rencana pelaksanaan pilkades pada tanggal 8 November 2020.

Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, pelaksanaan pilkades serentak tahun 2020 ini akan berbeda dengan pelaksanaan pilkades-pilkades sebelumnya. Banyak hal yang harus disesuaikan. Pelaksanaannyapun harus mendapatkan rekomendasi dari Kemendagri. Jadi bukan hanya persetujuan Bupati melalui Perbup saja.

Berdasarkan hasil rakor tersebut, pilkades serentak ini harus dilakukan perubahan regulasi. Ada beberapa hal yang harus dilakukan penyesuaian, diantaranya adalah jumlah pemilih, jumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara), kebutuhan anggaran serta jadwal lanjutan tahapan pilkades. Hal ini tidak lepas dari pelaksanaan protokol kesehatan yang harus dipenuhi. Tiap TPS dilakukan pembatasan jumlah pemilih untuk menghindari kerumunan massa, yang hanya diperuntukan bagi 750 pemilih saja, sehingga perlu dilakukan penambahan jumlah TPS. Jumlah TPS dari semula berjumlah 266 bertambah sebanyak 185 menjadi 451 buah TPS.

Untuk pemenuhan protokol kesehatan juga tiap TPS dilengkapi dengan alat pengukur suhu tubuh, sarana dan prasarana cuci tangan dan disinsfektan untuk memastikan kesterilan lokasi. Tak ketinggalan juga adanya Satgas khusus Covid-19, sehingga tidak mengganggu tugas utama penyelenggara pilkades serta membuat nyaman pemilih dalam mengikuti kegiatan pencoblosan. Perubahan regulasi ini berdampak pada membengkaknya jumlah anggaran yang diperlukan.

Dan terakhir, kesiapan pihak terkait dalam menyiapkan pelaksanaan pilkades serentak tahun 2020 ini. Sehingga ketika rekomendasi dari Kemedagri sudah turun, pilkades yang dilaksanakan benar-benar berkualitas. Yang menghasilkan perubahan yang lebih baik bagi desa-desa di Sumedang ke depannya.

Media Sosial

Grup Facebook Counting...
Grup Sumedang Tandang
Fan Page Facebook Counting...
@sutanyangka
Akun Facebook Counting...
@sumedang.tandang.7
Instagram Counting...
@sumedang.tandang
Twitter Counting...
@sumedangtandang
Google Plus Counting...
+SumedangTandangsumedangtandang