Sekilas Kontak

Alamat Lengkap

Dusun Ciwaru Desa Girimukti


Lokasi


Akses Lokasi

Sasak sekung merupakan sebuah nama untuk jembatan atau talang air yang melintasi aliran Sungai Cipeles. Jembatan air ini berfungsi mengalirkan air dari saluran irigasi yang berasal dari Bendung Burujul di wilayah Kecamatan Sumedang Utara ke wilayah Kecamatan Sumedang Selatan. Lokasi jembatan ini berada tepat di perbatasan antara Desa Girimukti di Kecamatan Sumedang Utara dengan Kelurahan Pasanggrahan Baru di Kecamatan Sumedang Selatan.

Menurut salah satu sumber, talang air irigasi ini merupakan peninggalan zaman Belanda. Panjang talang airnya lebih dari 30 meter. Sementara lebar saluran airnya kurang lebih 120 cm.

Sekarang talang air ini memiliki fungsi ganda. Jika pada awalnya hanya berfungsi sebagai saluran air irigasi, maka saat ini berfungsi juga sebagai jembatan penyeberangan orang. Bagi masyarakat yang berdomisili di daerah perbatasan antara Kecamatan Sumedang Selatan dengan Sumedang Utara di sekitar talang air ini, saluran air ini dimanfaatkan menjadi jembatan penyeberangan. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di empat dusun yaitu Dusun Nangtung, Rancamaya dan Pangangonan yang terletak di Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan serta warga Dusun Ciwaru di Desa Girimukti Kecamatan Sumedang Utara.

Penggunaan talang air menjadi jembatan penyeberangan ini disebabkan jauhnya akses bagi warga masyarakat Dusun Ciwaru Desa Girimukti yang ingin bepergian ke wilayah Desa Ciherang khususnya Dusun Nangtung, Rancamaya dan Pangangonan atau sebaliknya. Jalur normal terdekat adalah jembatan gantung Burujul di Bendung Burujul yang jaraknya sekitar satu kilometer dari talang air ini.

Walau sempat ada larangan untuk menggunakan talang air ini sebagai jembatan penyeberangan, namun masyarakat sekitar tetap menggunakannya sebagai tempat penyeberangan. Terutama bagi anak sekolah dasar (SD) untuk pulang pergi ke sekolah. Bagi mereka sudah terbiasa melewati talang air ini sebagai jembatan penyeberangan. Bagi masyarakat lainnya seperti warga yang mau berbelanja, mengangkut hasil panen dan para pengunjung yang mau ziarah ke makam leluhur juga menggunakan jembatan ini untuk akses yang lebih dekat.

Untuk menjadikannya jembatan penyeberangan, warga masyarakat menggunakan papan selebar kurang lebih 40 cm di atas talang air ini. Papan ini menjadi pijakan bagi yang melintasi jembatan ini. Tidak keseluruhan talang air ditutupi papan dengan maksud supaya jembatan hanya dilewati dari satu arah saja. Hal ini untuk mengurangi beban yang ditanggung jembatan ketika dilewati penyeberang.

(Sumber: dari berbagai sumber)

Penulis

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 27 Mei 2017

Sharing

Detail Kontak

Komentar

Pemberitahuan!

Silakan lengkapi data komentar Anda...

Iklan Sumedang

Media Sosial

Grup Facebook Counting...
Grup Sumedang Tandang
Fan Page Facebook Counting...
@sutanyangka
Akun Facebook Counting...
@sumedang.tandang.7
Instagram Counting...
@sumedang.tandang
Twitter Counting...
@sumedangtandang
Google Plus Counting...
+SumedangTandangsumedangtandang