Logo Pondok Pesantren Asyrofuddin

Pondok Pesantren Asyrofuddin

Akses Lokasi

Keterangan:
  1. Bisa diakses menggunakan berbagai jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat
  2. Tidak dilalui Angkutan Umum

Suka ? Like & Share

Sekilas Kontak

Berdiri

1846

Alamat Lengkap

Dusun Cipicung Pesantren, Desa Conggeang Wetan, Kecamatan Conggeang

Nomor Handphone

0852-2219-7069

Web Site

PONDOK PESANTREN ASYROFUDDIN

Page Facebook

Pondok Pesantren Asyrofuddin


Lokasi

Pondok Pesantren Asyrofuddin merupakan sebuah pondok pesantren (ponpes) yang berada di Kabupaten Sumedang. Tepatnya berlokasi di Dusun Cipicung Kecamatan Conggeang. Ponpes ini bisa disebut sebagai ponpes tertua di Kabupaten Sumedang. Pada awalnya ponpes memiliki nama Pesantren Ardli Sela Singa Naga.

Perjalanan panjang ponpes Asyrofuddin dimulai pada tahun 1846. Ketika seorang ulama keturunan Kasultanan Cirebon yang bernama Syeh Raden Asyrofuddin mendirikan pondok pesantren di wilayah Cipicung atas permintaan Pangeran Aria Suria Kusuma Adinata atau Pangeran Sugih. Permintaan ini muncul setelah beliau mengetahui bahwa Syeh Raden Asyrofuddin berhasil mendirikan pondok pesantren di wilayah Cikuleu. Melihat bahwa pondok pesantren Cikuleu berhasil menarik minat banyak masyarakat baik masyarakat lokal maupun dari luar Cikuleu, Pangeran Sugih mendekati Syeh Raden Asyrofuddin dan memasukkan putranya, Aom Sadeli ke pesantren tersebut. Dan akhirnya meminta Syeh Raden Asyrofuddin untuk mendirikan (memindahkan) pesantren ke daerah Cipicung Conggeang dengan nama Pesantren  Ardli Sela Singa Naga.

Di atas lahan seluas 3,5 hektar yang merupakan tanah wakaf dari Pangeran Sugih, pondok pesantren Cipicung didirikan dan dipimpin langsung oleh Syeh Raden Asyrofuddin. Sementara pondok pesantren Cikuleu diserahkan kepada anaknya, K. R. H. Abdul Hamid. Hanya saja tidak berkembang sepeninggal K. R. H. Abdul Hamid. Bekasnya dikenal dengan Blok Pesantren atau Jalan Pesantren.

Pondok pesantren  Ardli Sela Singa Naga Cipicung sendiri berkembang pesat dengan bertambah banyaknya santri yang belajar di pesantren ini. Semakin banyak santri yang belajar agama kepada Syeh Raden Asyrofuddin (Kyai Asyrofuddin). Sementara sikapnya kepada Belanda, sebagaimana tujuan awal pendirian pesantren sebagai reaksi politik kepada kolonial Belanda, tidak berubah dengan menanam pohon karet walau dilarah pemerintah kolonial. Pada tahun 1874, Kyai Asyrofuddin meninggal dunia dan kedudukannya digantikan oleh cucunya, K. R. Mas’un (putera K. H. Abdul Hamid). Di bawah kepemimpinannya, Pesantren Ardi Sela Cipicung semakin berkembang.

Ketika bangsa Indonesia memasuki masa Perang Kemerdekaan, Pesantren Ardli Sela Cipicung dijadikan tempat berkumpulnya para pejuang dan tempat pengungsian rakyat. Sepeninggal K. R. Mas’un pada tahun 1947, Pesantren Ardi Sela Cipicung berada di bawah kepemimpinan K. R. Ukun Muhammad Sholeh. Sementara itu, penggunaan nama Asyrofuddin sebagai nama pesantren dimulai pada tahun 1965 ketika pesantren berada di bawah kepemimpinan Kyai Bukhorie Ukasyah Mubarok.

Saat ini pondok pesantren Asyrofuddin bukan hanya menyelenggarakan pendidikan/pembelajaran keagamaan saja, namun juga sudah menyelenggarakan pendidikan formal seperti sekolah dan pengembangan lembaga usaha atau bisnis. Ada MDA, MTs Asyrofuddin, MA Asyrofuddin, SMK Ardli Sela, dan STAI Asyrofuddin yang berada di bawah pengelolaannya.

(Dari berbagai sumber termasuk Pondok Pesantren Asyrofuddin)

Penulis

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 03 September 2015

Detail Kontak

Komentar

Pemberitahuan!

Silakan lengkapi data komentar Anda...

Iklan Sumedang

Media Sosial

Grup Facebook Counting...
Grup Sumedang Tandang
Fan Page Facebook Counting...
@sutanyangka
Akun Facebook Counting...
@sumedang.tandang.7
Instagram Counting...
@sumedang.tandang
Twitter Counting...
@sumedangtandang
Google Plus Counting...
+SumedangTandangsumedangtandang