Logo Jembatan Sagaramanik

Jembatan Sagaramanik

Akses Lokasi

Keterangan:
  1. Menjadi penghubung antara Kampung Sagaramanik dengan kampung/dusun lainnya di Desa Cipancar
  2. Bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat

Suka ? Like & Share

Sekilas Kontak

Berdiri

2010

Alamat Lengkap

Desa Cipancar Kecamatan Sumedang Selatan


Lokasi

Terpisahkan dari perkambungan atau dusun lainnya yang terletak dalam satu wilayah Desa Cipancar, penduduk Kampung Sagaramanik menggunakan akses jalan melintasi kawasan pesawahan dan aliran Sungai Cihonje. Pada awalnya jalan akses ini berupa jalan setapak yang dihubungkan dengan jembatan bambu yang melintasi alirang sungai. Jembatan bambu ini seringkali terendam luapan air sungai. Bahkan tidak jarang jika di musim penghujan tiba, jembatan bambu tersebut hanyut terbawa arus air sungai.

Melihat kondisi demikian, kemudian warga Sagaramanik bersepakat untuk bergotong-royong membangun jembatan beton secara swadaya dan mandiri. Namun konstruksi jembatan yang dipakainya masih sederhana, sehingga jembatan inipun tidak bertahan lama. Dalam waktu dua tahun kemudian, jembatan inipun hanyut terbawa arus kembali.

Harapan untuk membangun jembatan yang kokoh muncul ketika di tahun 2008 hadir program PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Cipancar. Awalnya warga pesimis dengan program PNPM Mandiri Perkotaan ini dikarenakan sebelumnya belum ada bantuan dari pemerintah atau pihak lainnya. Dengan dorongan dari tokoh masyarakat, akhirnya warga masyarakat mendukung pembangunan jembatan Sagaramanik dan dimasukkan ke dalam prioritas infrastruktur tahun anggaran 2010. Konstruksi yang direncanakannya berbeda dengan jembatan sebelumnya. Jembatan yang akan dibangun ini menggunakan jembatan komposit yaitu jembatan dengan rangka baja dengan lantai dari beton. Dilakukan juga perbaikan pada tiang pondasi abutmen dan pir. Kemudian jembatannya juga dinaikkan lebih tinggi sehingga tidak akan terkena lagi banjir ketika air naik.

Persiapan berikutnya dibentuklah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sagara Tandang di Desa Cipancar. Untuk kegiatan pembangunan jembatan Sagaramanik ini terkucur dana BLM sebesar Rp 72 juta ditambah dana dari desa sebesar Rp 10 juta dimana dana ini sudah dianggarkan untuk kegiatan perbaikan jembatan Sagaramanik. Dan yang luar biasa adalah besarnya dana swadaya masyarakat, yang angkanya lebih besar dari total dana BLM dan bantuan desa, yaitu Rp 88 juta. Dana swadaya masyarakat ini tidak hanya berasal dari warga masyarakat Sagaramanik saja, namun berasal dari warga masyarakat lainnya yang berada di Desa Cipancar. Jika dijumlahkan dana swadaya masyarakat yang terkumpul mencapai Rp 138 juta. Bukan hanya materi, warga masyarakat juga menyumbangkan tenaga dalam pembangunan jembatannya.

Pengerjaan proyek jembatan Sagaramanik ini melibatkan 131 pekerja sukarela. Lama waktu yang dibutuhkan dalam pembangunannya selama empat bulan dari tanggal 22 Desember 2010 sampai dengan tanggal 23 Maret 2011. Panjang jembatannya sendiri sekitar 43 meter dan bisa dilewati dengan kendaraan roda empat. Jembatan Sagaramanik ini masih berdiri kokoh sampai saat ini dan menjadi sarana lalu lintas warga masyarakat Sagaramanik dan sekitarnya.

(Sumber: Jembatan Penghubung Mimpi)

Penulis

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 30 Juni 2020

Detail Kontak

Komentar

Pemberitahuan!

Silakan lengkapi data komentar Anda...

Iklan Sumedang

Media Sosial

Grup Facebook Counting...
Grup Sumedang Tandang
Fan Page Facebook Counting...
@sutanyangka
Akun Facebook Counting...
@sumedang.tandang.7
Instagram Counting...
@sumedang.tandang
Twitter Counting...
@sumedangtandang
Google Plus Counting...
+SumedangTandangsumedangtandang