Sekilas Kontak

Alamat Lengkap

Dusun Lebaksiuh Desa Lebaksiuh Kecamatan Jatigede


Lokasi


Akses Lokasi
  1. Berada di pinggir jalan besar
  2. Bisa diakses menggunakan berbagai jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat
  3. Tidak dilewati angkutan umum

Desa Lebaksiuh merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Jatigede. Lokasinya berada di sebelah timur wilayah kecamatan dan berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Majalengka di sungai Cilutung yang bermuara ke Sungai Cimanuk. Jarak dengan ibu kota Kecamatan Jatigede sekitar 9 kilometer lebih.

Nama Lebaksiuh sendiri diambil dari sebuah nama dusun yang ada di Desa Lebaksiuh. Asal-usul nama Lebaksiuh berkaitan dengan sejarah berdirinya Dusun Lebaksiuh. Pada awalnya tempat ini hanya dihuni sepasang keluarga yang bernama Ki Buyut dan istrinya Nyi Mayang yang berilmu tinggi sehingga disegani dan dihormati masyarakat sekitar. Walau demikian mereka tidak sombong, bahkan suka menolong orang yang membutuhkan. Lokasinya berada di pinggir sungai kecil yang mengalirkan air yang jernih. Di pinggir sungai ini banyak tumbuh tumbuhan menjalar yang dikenal dengan nama siuh. Sehingga disebutlah nama Lebaksiuh.

Pada awalnya Desa Lebaksiuh mencakup wilayah Desa Lebaksiuh dan Desa Cintajaya. Namun kemudian dilakukan pemekaran, sehingga wilayah Desa Lebahsiuh yang mencakup tujuh dusun menjadi berkurang hanya mencakup tiga dusun, yaitu Dusun Lebaksiuh, Dusun Leuwihieum, dan Dusun Babakan. Sementara empat dusun lainnya: Dusun Cibeber, Dusun Ciluwuk, Dusun Telaga Datar dan Dusun Legok masuk ke wilayah Desa Cintajaya.

Berdasarkan data Kecamatan Jatigede tahun 2013 seperti yang dikutip BPS Kabupaten Sumedang, Desa Lebaksiuh memiliki status sebagai pedesaan dengan klasifikasi sebagai desa swadaya mula. Secara topografis, Desa Lebaksiuh memiliki bentang permukaan tanah berupa lereng perbukitan dengan ketinggian tempat dimana kantor desa berada sekitar 120 meter di atas permukaan laut. Secara geografis, Desa Lebaksiuh dikelilingi oleh wilayah-wilayah sebagai berikut: Desa Pasirmuncang, Desa Cijurey (Kecamatan Panyingkiran Majalengka) dan Desa Cintajaya di sebelah utara, Desa Sidamukti dan Desa Pasirmuncang Kecamatan Panyingkiran Majalengka di sebelah timur, Desa Cisampih dan Desa Kadu di sebelah selatan, serta Desa Cintajaya di sebelah baratnya. Secara administratif, Desa Lebaksiuh terbagi ke dalam lima RW dan 15 RT.

Berdasarkan data Laporan Tahunan 2013 UPTD Pertanian yang dikutip BPS Kabupaten Sumedang, luas wilayah Desa Lebaksiuh sebesar 791,22 hektar. Luas wilayah tersebut terbagi ke dalam beberapa peruntukan, yaitu sebagai lahan pertanian sebesar 29,7 persen, sebagai lahan hutan rakyat sebesar 4,68 persen, sebagai lahan pekarangan sebesar 0,38 persen dan sisanya sebesar 65,24 persen digunakan untuk kegunaan lainnya. Lahan pertanian yang berupa pesawahan di Desa Lebaksiuh sebesar 19,08 persen, sementara sisanya sebesar 10,62 persen berupa lahan pertanian kering seperti perkebunan, ladang dan huma.

Berdasarkan Pendataan PODES Desa tahun 2014, jumlah penduduk yang mendiami wilayah Desa Lebaksiuh sebanyak 1.697 orang. Rinciannya sebanyak 816 orang laki-laki ditambah 881 orang perempuan. Jumlah kepala keluarganya sebanyak 651 KK. Kepadatan penduduk Desa Lebaksiuh sebesar 214,48 orang untuk tiap km luas wilayahnya.

Berkaitan dengan mata pencaharian, penduduk Desa Lebaksiuh sebagian besar bekerja di bidang pertanian. Hal ini tidak mengherankan dengan luas lahan yang dipergunakan sebagai lahan pertanian. Hasil utama sektor pertanian Desa Lebaksiuh adalah padi yang dihasilkan lahan pesawahan. Selain pada lahan ini menghasilkan produk lain berupa palawija. Sementara perkebunan di Desa Lebaksiuh menghasilkan buah-buahan diantaranya adalah mangga gedong gincu. Mangga ini sudah terkenal bukan hanya di lokal Sumedang dan sekitarnya saja, namun pemasarannya sudah sampai ke luar negeri. Selain pertanian, ada juga yang beternak dengan memelihara hewan ternak dari jenis kerbau, sapi, domba, kambing dan ayam.

Berkaitan dengan seni budaya, belum ada catatan tentang seni budaya yang menonjol. Sementara sektor wisata yang ada di sini, belum ada potensi wisata yang tergali. Mungkin potensi alam di Desa Lebaksiuh belum banyak yang tergali seperti potensi alam Curug Kawao yang mungkin bisa dijadikan wisata alam dan wisata air. Kemudian potensi wisata ziarah ke makam keramat Embah Buyut yang banyak dikunjungi orang.

Satu hal yang patut menjadi catatan adalah akses bagi masyarakat Desa Lebaksiuh yang jauh dari pusat kota Sumedang. Dengan akses jalan yang jauh dan kurang baik, menyebabkan banyak warga masyarakat Desa Lebaksiuh yang lebih memilih pergi ke wilayah seberang (Kabupaten Majalengka) untuk kegiatan ekonomi dan yang lainnya. Apalagi untuk akses ke wilayah seberang sudah ada jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Leuwihieum dengan Desa Pasirmuncang.

(Sumber: dari berbagai sumber termasuk Boeladiger dan BPS Kabupaten Sumedang)

Penulis

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 01 Maret 2016

Sharing

Detail Kontak

Komentar

Pemberitahuan!

Silakan lengkapi data komentar Anda...

Iklan Sumedang

Media Sosial

Grup Facebook Counting...
Grup Sumedang Tandang
Fan Page Facebook Counting...
@sutanyangka
Akun Facebook Counting...
@sumedang.tandang.7
Instagram Counting...
@sumedang.tandang
Twitter Counting...
@sumedangtandang
Google Plus Counting...
+SumedangTandangsumedangtandang