Sekilas Kontak

Berdiri

13 Maret 1983

Alamat Lengkap

Jalan Desa Jembarwangi No. 01 Desa Jembarwangi Kecamatan Tomo

Akun Facebook

Desa Jembarwangi


Lokasi


Akses Lokasi
  1. Berada di pinggir jalan besar
  2. Bisa diakses menggunakan berbagai jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat
  3. Tidak dilewati Angkutan Umum

Desa Jembarwangi merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Tomo. Pada awalnya Desa Jembarwangi memiliki nama Desa Warungbungur. Lokasinya berada di bagian palih selatan wilayah kecamatan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Jatigede di bagian selatannya dan Kabupaten Majalengka di sebelah timurnya. Jarak dengan pusat kecamatan sekitar 11 kilometer.

Berdasarkan sejarahnya, Desa Jembarwangi merupakan desa pemekaran dari Desa Darmawangi yang dimekarkan pada tahun 1983. Proses pemekarannya sendiri dimulai sejak tahun 1982 ketika Desa Darmawangi di bawah kepemimpinan Ebe Suganda. Selama proses pemekaran terjadi beberapa kali perubahan nama Desa dan wilayahnya. Pada awalnya, desa pemekaran dari Darmawangi memiliki nama Desa Warungbungur dengan wilayahnya mencakup Dusun Cikalung, Dusun Warungbungur, dan Dusun Cirendang. Kemudian dilakukan pertemuan kembali yang menghasilkan keputusan bahwa hanya Dusun Cirendang dan Cibengkung yang terpisah dari desa induk dan menjadi wilayah Desa Warungbungur. Sementara Dusun Cikalung dan Dusun Warungbungur kembali ke desa induknya, Desa Darmawangi.

Pada tanggal 22 Januari 1983 turunlah Surat Keputusan pemekaran yang menetapkan nama desa pemekaran sebagai Desa Warungbungur dengan Ebe Suganda yang berasal dari desa induk sebagai kepala desanya. Karena perubahan wilayah cakupan Desa Warungbungur yang hanya melingkupi Dusun Cirendang dan Dusun Cibengkung saja, nama Warungbungur yang telah ditetapkan tidak sesuai dan ditolak oleh masyarakat pada waktu itu. Akhirnya kepala desa yang bertanggung jawab saat itu mengajukan perubahan nama menjadi Desa Jembarwangi. Nama Jembarwangi diambil dari kata "Jembar" yang artinya luas, dan "Wangi" yang artinya harum. Maka pada tanggal 13 Maret 1983 desa ini secara resmi berdiri sebagai Desa Jembarwangi hingga saat ini.

Berdasarkan data Potensi Kecamatan Tomo tahun 2013, Desa Jembarwangi memiliki status sebagai pedesaan dengan klasifikasi sebagai desa swakarya. Secara topografis, wilayah Desa Jembarwangi memiliki bentang permukaan tanah berupa pegunungan. Ketinggian wilayah dimana kantor desa berada sekitar 65 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, Desa Jembarwangi terdiri atas dua dusun yaitu Dusun Cirendang dan Dusun Cibengkung. Sementara jumlah Rukun Warga dan Rukun Tetangganya masing-masing sejumlah 4 RW dan 15 RT. Secara geografis, wilayah Desa Jembarwangi dibatasi oleh wilayah-wilayah sebagai berikut: Desa Darmawangi dan Desa Makarwangi di sebelah utara, Kabupaten Majalengka di sebelah timur, Desa Cintajaya dan Desa Cipicung (keduanya berada di Kecamatan Jatigede) di sebelah selatan, serta Desa Cipicung dan Desa Cijeungjing (keduanya berada di Kecamatan Jatigede) di sebelah baratnya.

Masih berdasarkan sumber data yang sama, Desa Jembarwangi memiliki luas wilayah total sebesar 522,82 hektar. Luas lahan tersebut terbagi ke dalam beberapa penggunaan seperti sebagai lahan pesawahan, lahan ladang, huma, pekarangan dan penggunaan lainnya. Luas lahan pertanian yang berupa pesawahan dan ladang serta huma mendominasi dengan luasan mencapai 290,21 hektar. Dari luas lahan pertanian tersebut luas lahan pesawahannya hanya sekitar 65 hektar, sementara luas lahan pertanian keringnya yaitu ladang dan huma mencapai 225,21 hektar. Sekitar 7 hektar dari luas lahannya dipergunakan sebagai lahan pemukiman dan pekarangan. Sisanya seluas 225,61 hektar dipergunakan sebagai lahan lainnya.
Berdasarkan data Potensi Desa tahun 2014, jumlah penduduk Desa Jembarwangi pada tahun 2013 sebanyak 1.752 jiwa. Rinciannya sebanyak 870 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 882 jiwa berjenis kelamin perempuan. Jumlah kepala keluarganya sendiri sebanyak 544 KK. Kepadatan penduduk Desa Jembarwangi sebesar 104,02 jiwa untuk tiap kilometer persegi luas wilayahnya.

Dengan penggunaan lahan sebagian besar sebagai lahan pertanian, tidak mengheran jika sebagian besar penduduk Desa Jembarwangi bekerja di sektor pertanian, terutama pertanian lahan kering (perkebunan dan ladang serta huma). Sebagian besar perkebunan atau ladang di Desa Jembarwangi ditanami buah-buahan dari jenis mangga Gedong Gincu. Tidak mengherankan jika Desa Jembarwangi merupakan salah satu dari sembilan desa di wilayah Kecamatan Tomo dan Kecamatan Jatigede yang menjadi pemasok utama mangga Gedong Gincu. Selain ditanami mangga Gedong Gincu, lahan perkebunannya juga ditanami pisang, rambutan, pepaya dan tembakau. Lahan pesawahan di Desa Jembarwangi, yang sebagian sudah menggunakan sistem pengairan irigasi teknis menghasilkan produk berupa padi. Selain menghasilkan padi, lahan pertaniannya juga menghasilkan produk berupa jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang hijau, kacang tanah, dan sayur-sayuran berupa mentimun, kacang panjang, cabai besar dan terung. Sebagian lahan di Desa Jembarwangi juga menjadi sumber tambang pasir.

Berkaitan dengan seni budaya, Di Desa Jembarwangi terdapat beberapa jenis kebudayaan yang masih terpelihara. Beberapa kebudayaan masyarakat yang ada di Desa Jembarwangi diantaranya tradisi ngaruat lembur, tradisi mapag sri, tradisi hajat tujuh bulan, tradisi guar bumi, dan yang lainnya. Sementara keseniannya yang masih ada adalah Seni Sampyong, Seni Obrog-obrog dan Qasidah. Meskipun terdapat perkumpulan kesenian, namun mayoritas masyarakat lebih memilih mementaskan upacara adat dan kebudayaan sunda yang umum jika mengadakan pernikahan, misalnya Bangreng, Wayang Golek, Konser Dangdut, dan lain-lain. Hal tersebut dikarenakan kelompok kesenian yang ada hanya aktif berlatih jika ada perlombaan atau pentas perayaan saja.

Berkaitan dengan otensi alam Desa Jembarwangi yang bisa digali lebih jauh adalah adanya beberapa curug yang bisa dijadikan tempat wisata. Kemudian ada juga gagasan untuk membangun wisata kebun yang berkaitan dengan mangga Gedong Gincu.

(Sumber: dari berbagai sumber termasuk BPS Kabupaten Sumedang dan KKNM Unpad Jembarwangi)

Penulis

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 18 April 2016

Sharing

Detail Kontak

Komentar

Pemberitahuan!

Silakan lengkapi data komentar Anda...

Iklan Sumedang

Media Sosial

Grup Facebook Counting...
Grup Sumedang Tandang
Fan Page Facebook Counting...
@sutanyangka
Akun Facebook Counting...
@sumedang.tandang.7
Instagram Counting...
@sumedang.tandang
Twitter Counting...
@sumedangtandang
Google Plus Counting...
+SumedangTandangsumedangtandang