Sekilas Kontak

Berdiri

2 Juni 1980

Alamat Lengkap

Desa Cikoneng Kecamatan Ganeas

Page Facebook

Desa Cikoneng


Lokasi


Akses Lokasi
  1. Berlokasi di pinggir jalan besar
  2. Bisa diakses menggunakan berbagai jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat
  3. Tidak dilewati Angkutan Umum secara langsung. Bisa menggunakan angkutan umum Sumedang - Wado dilanjut dengan naik ojeg di Babakan Loa

Desa Cikoneng merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Ganeas. Lokasinya berada di bagian utara wilayah Kecamatan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Cisarua melewati Sungai Cipeles. Wilayah Desa Cikoneng meliputi pusat Kecamatan Ganeas sehingga lokasinya tidak terlalu jauh. Posisi pusat pemerintahan Desa Cikoneng dari pusat kecamatan sekitar satu kilometer ke arah selatan.

Berdasarkan catatan sejarah, Desa Cikoneng merupakan sebuah desa pemekaran. Pada awalnya, sebelum tahun 1980 Desa Cikoneng merupakan bagian dari Desa Bojongkoneng dan berada di wilayah Kecamatan Sumedang Utara. Pada tahun 1980, Desa Bojongkoneng dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Cikoneng dan Desa Rancamulya. Pemekaran dilakukan berdasarkan pada Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 993/PM.122-Pem/Sk/1980 tertanggal 2 Juni 1980. Setelah pemekaran, Desa Cikoneng memiliki cakupan wilayah di bagian timur bekas wilayah Desa Bojongkoneng dan Desa Rancamulya di bagian baratnya.

Untuk penamaan desanya, nama Desa Cikoneng dikaitkan dengan kondisi anak Sungai Cipeles yang melintas wilayah Desa Cikoneng pada waktu itu. Anak sungai yang mengalir dari daerah selatan ke arah utara menuju Sungai Cipeles ini, akan berwarna kekuning-kuningan atau keruh ketika musim penghujan. Akhirnya diambil nama Cikoneng yang merupakan gabungan dari kata Cai dan Koneng yang menunjukkan air yang berwarna kuning.

Pada tahun 2000, berdasarkan Peraturan Daerah No. 51 Tahun 2000 yang mengatur tentang Pembentukan Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang, Kecamatan Sumedang Utara dimekarkan menjadi dua Kecamatan yaitu Kecamatan Sumedang Utara dan Kecamatan Ganeas. Desa Cikoneng sendiri termasuk wilayah yang menjadi bagian dari kecamatan pemekaran yaitu Kecamatan Ganeas. Dan pada tahun 2011, keluar Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 16 tahun 2016 tentang Pembentukan Desa-desa Baru Hasil Pemekaran Desa tahun 2011 di Kabupaten Sumedang. Berdasarkan Perda ini, Desa Cikoneng dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Cikoneng sebagai desa induk dan Desa Cikoneng Kulon sebagai desa pemekaran. Untuk wilayahnya, Desa Cikoneng mencakup wilayah bagian timur sementara Desa Cikoneng Kulon di bagian baratnya. Untuk pembatasnya digunakan batas alam berupa anak Sungai Cipeles yang menjadi asal-usul nama Desa Cikoneng.

Berdasarkan data Kecamatan Ganeas dalam Angka tahun 2014, pada tahun 2013 Desa Cikoneng memiliki status sebagai pedesaan dengan klasifikasi sebagai desa swakarsa mula. Secara topografis, Desa Cikoneng memiliki wilayah dengan bentang permukaan berupa dataran. Ketinggian wilayah dimana kantor desa berlokasi sekitar 398 meter di atas permukaan laut. Secara geografis, wilayah Desa Cikoneng dibatasi oleh wilayah-wilayah sebagai berikut: Desa Kebonkalapa Kecamatan Cisarua di sebelah utara, Desa Ganeas dan Desa Sukawening di sebelah timur, Desa Sukawening dan Desa Tanjunghurip di sebelah selatan, serta Desa Cikoneng Kulon di sebelah baratnya. Secara administratif, Desa Cikoneng terbagi ke dalam dua wilayah dusun yaitu Dusun I yang terdiri dua kampung (Kampung Elos dan Kampung Cikoneng) dan Dusun II yang terdiri tiga kampung (Kampung Cijengkol, Kampung Muncanggajah dan  Kampung Babakanloa). Sementara jumlah Rukun Warga dan Rukun Tetangganya masing-masing sebanyak delapan RW dan 28 RT.

Masih berdasarkan sumber data yang sama, Desa Cikoneng setelah pemekaran wilayah memiliki luas wilayah total sebesar 190,1 hektar. Luas wilayah tersebut terbagi ke dalam beberapa jenis tergantung dari penggunaan lahannya. Jenis penggunaan lahan Desa Cikoneng diantaranya adalah sebagai lahan pertanian baik pesawahan maupun lahan ladang dan perkebunan, lahan kehutanan dan lahan pemukiman. Luas wilayah yang dipergunakan sebagai lahan pertanian sebesar 96,75. Lahan pertaniannya terbagi ke dalam dua jenis yaitu lahan pesawahan dengan komposisi seluas 79,35 hektar ditambah lahan pertanian kering seperti perkebunan, ladang dan huma seluas 17,4 hektar. Seluas 50 hektar merupakan lahan kehutanan. Dan sisanya seluas 43,35 dipergunakan sebagai lahan pemukiman dan pekarangan.

Terkait data penduduknya, pada tahun 2013 berdasarkan sumber data yang sama, Desa Cikoneng dihuni oleh penduduk sebanyak 2.975 jiwa. Dengan rincian sebanyak 1.503 jiwa berjenis kelamin laki-laki ditambah 1.472 jiwa berjenis kelamin perempuan. Jumlah kepala keluarganya sebanyak 929 KK. Kepadatan penduduk, wilayah Desa Cikoneng sebesar dihuni oleh 15,7 jiwa untuk kilometer luas wilayahnya.

Dilihat dari komposisi mata pencahariannya, sebagian besar masyarakat Desa Cikoneng memiliki mata pencaharian di sektor jasa dan pertanian. Berdasarkan sumber data yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Sumedang tersebut pada tahun 2013, sebagian besar penduduk Desa Cikoneng bekerja di sektor jasa. Sektor ini mengalahkan sektor pertanian. Ini dimungkinkan dengan posisi Desa Cikoneng yang berdekatan dengan kota Sumedang dan wilayahnya dilewati jalan propinsi yang menghubungkan kota Sumedang dengan wilayah Garut. Selain di sektor jasa dan pertanian, sebagian kecil lainnya bekerja di sektor konstruksi, industri, perdagangan dan transportasi.

Walau sebagian besar bekerja di sektor jasa, namun sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam kegiatan perekonmian dan kehidupan masyarakatnya. Berbagai jenis hasil pertanian dihasilkan lahan pertanian di Desa Cikoneng. Produk utama yang dihasilkan lahan pertaniannya adalah padi dari lahan pesawahan beserta berbagai jenis palawija seperti jagung, ubi kayu, dan kacang tanah. Kemudian lahan perkebunannya menghasilkan berbagai jenis buah-buahan seperti pisang, mangga dan jeruk. Khusus untuk buah jeruk, Desa Cikoneng terkenal dengan produk buah jeruk unggulan. Varietas jeruk unggulan ini termasuk jenis jeruk besar dengan nama Jeruk Cikoneng (Jeruk Cikoneng ST (Sumedang Tandang)). Tanaman jeruk ini bisa ditanam di perkebunan atau pekarangan.

Terkait bidang seni budaya, di Desa Cikoneng masih terdapat beberapa jenis kesenian tradisional Sunda yang masih ada. Jenis keseniannya diantaranya adalah seni Calung, Kuda Renggong dan Kecapi Suling.

(Sumber: BPS Kabupaten Sumedang dan facebook Desa Cikoneng)

Penulis

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 02 Oktober 2016

Sharing

Detail Kontak

Komentar

Pemberitahuan!

Silakan lengkapi data komentar Anda...

Iklan Sumedang

Media Sosial

Grup Facebook Counting...
Grup Sumedang Tandang
Fan Page Facebook Counting...
@sutanyangka
Akun Facebook Counting...
@sumedang.tandang.7
Instagram Counting...
@sumedang.tandang
Twitter Counting...
@sumedangtandang
Google Plus Counting...
+SumedangTandangsumedangtandang