Sekilas Kontak

Berdiri

1913 - 1917

Alamat Lengkap

Gunung Palasari


Lokasi


Akses Lokasi
  1. Berada di puncak bukit (gunung) Palasari
  2. Bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Hanya saja jalurnya rusak
  3. Bisa diakses dengan jalan kaki

Gunung Palasari letaknya berseberangan dengan Gunung Kunci. Keduanya terhalang oleh jalan raya Bandung - Cirebon. Secara geografis, letaknya di sebelah barat Gunung Kunci. Jika dibandingkan dengan Gunung Kunci, Gunung Palasari relatif lebih besar dan lebih tinggi. Tingginya sekitar 645 m dari atas permukaan laut. Sementara luas area Gunung Palasari sekitar enam hektar.

Gunung Palasari termasuk wilayah Desa Pasanggarahan Kecamatan Sumedang Selatan. Jaraknya dari pusat kota Sumedang sekitar satu kilometer. Kawasan Gunung Palasari merupakan hutan lindung yang biasa dinamakan Taman Hutan Rakyat (Tahura). Sebelum tahun 2011, Gunung Palasari ini berada di dalam pengelolaan Perhutani. Namun kemudian diserahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Dan menurut informasi yang terbaru, saat ini pengelolaannya berpindah tangan kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang, Banten.

Di atas Gunung Palasari terdapat bangunan peninggalan zaman penjajahan Belanda. Di puncak Gunung ini terdapat delapan bangunan benteng pertahanan penjajah Belanda. Walau ada delapan buah bangunan, sebenarnya ada sembilan bangunan karena bangunan nomor delapan merupakan gabungan dua bangunan. Bangunannya sendiri berupa tembok beton yang cukup tebal. Ketebalannya sendiri sekitar 60 cm. Bangunan benteng ini dibangun sekitar tahun 1913 sampai 1917. Lokasi bangunan benteng ini mengelilingi puncak Gunung Palasari.

Di dalam setiap bangunan benteng terdapat ruangan yang berukuran sekitar 2 x 3 meter. Umumnya setiap bangunan terdiri atas dua ruangan. Khusus untuk bangunan pertama, memiliki enam buah ruangan dan bangunan nomor tujuh dilengkapi dengan tujuh ruangan. Sehingga jumlah ruangan yang ada di bangunan benteng ini berjumlah 27 buah ruangan. Setiap ruangan dilengkapi dengan pintu di depannya. Sebagian dilengkapi juga dengan jendela kecil di samping kiri dan kanan pintu. Menurut informasi, awalnya setiap pintu dilengkapi dengan daun pintu yang terbuat dari alumunium. Hanya saja untuk saat ini daun pintunya sudah hilang.
Semua bangunan benteng sepertinya sengaja dibangun di bawah permukaan tanah. Bangunan benteng posisinya berada di tebing tanah setinggi kurang-lebih dua meter. Tebing ini merupakan hasil penggalian tanah yang dipakai sebagai akses ke dalam benteng pertahanan. Sehingga semua bangunan bentengnya tertimbun tanah, kecuali bagian depan bangunan benteng.

Ada kemungkinan, bangunan benteng ini digunakan sebagai gudang mesiu oleh tentara Belanda yang pada waktu itu memiliki tangsi yang letaknya di Markas Kodim 0610 saat ini. Selain itu, dengan posisinya lumayan tinggi, di puncak bukit benteng ini bisa juga digunakan sebagai pos observasi.

Penulis

Kontributor: AMID 'Abdul Malik Imanuddin'

Diterbitkan pada 20 Mei 2015

Sharing

Detail Kontak

Komentar

Pemberitahuan!

Silakan lengkapi data komentar Anda...

Iklan Sumedang

Media Sosial

Grup Facebook Counting...
Grup Sumedang Tandang
Fan Page Facebook Counting...
@sutanyangka
Akun Facebook Counting...
@sumedang.tandang.7
Instagram Counting...
@sumedang.tandang
Twitter Counting...
@sumedangtandang
Google Plus Counting...
+SumedangTandangsumedangtandang